“Nyawa Dibayar Uang?” Tarilah Menggugat: Desak Polisi Bongkar Kematian Ainun yang Diduga Dikejar hingga Tewas

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Rabu, 22 April 2026 | 12:08 WIB

Gertak.id | Indramayu – Jika keadilan bisa ditukar uang, mungkin kasus Ainun Almunawar sudah lama selesai. Tapi bagi Tarilah, seorang ibu yang kehilangan anak, tidak ada nominal yang mampu membeli kebenaran. Pertemuan di Polres Indramayu, Selasa (21/4/2026), justru memperlihatkan wajah lain penanganan kasus ini: negosiasi di atas duka.

 

Di ruangan yang dihadiri Kasat Lantas, penyidik, perwakilan keluarga pihak pengejar, dan Lurah Desa Nunuk, keluarga korban berharap ada kepastian hukum. Yang datang justru permintaan mencabut laporan—dibungkus permohonan maaf dan tawaran uang.

 

“Cabut laporan, kami beri uang.” Kalimat itu, menurut Ibnu, kakak korban, diucapkan terang-terangan di hadapan aparat.

Bagi keluarga, ini bukan sekadar menyakitkan—ini penghinaan. Seolah nyawa Ainun bisa dinegosiasikan.

 

Tarilah tidak tinggal diam. Suaranya pecah, emosinya tak terbendung, namun pesannya tajam dan jelas.

 

“Saya tidak butuh uang! Anak saya meninggal karena dikejar dan disenggol. Kalau hukum masih ada, lanjutkan! Jangan jadikan kematian anak saya transaksi!” tegasnya.

 

Pernyataan itu menampar keras logika “damai” yang coba disodorkan. Sebab yang dipertanyakan bukan lagi sekadar kecelakaan, melainkan dugaan pengejaran oleh sebelas orang yang hingga kini—ironisnya—tak satu pun berstatus tersangka.

 

Di titik inilah kecurigaan publik menguat: ada apa dengan penanganan kasus ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X