daerah

DIDEMO RATUSAN SISWA, OKNUM WAKASEK SMAN 1 PAMANUKAN KINI JADI TERSANGKA PELECEHAN DAN DITAHAN

Rabu, 9 September 2026 | 16:39 WIB

“Dia tidak boleh mengajar lagi sampai nanti kita usulkan ke BKD untuk dilakukan BAP dan hukuman disiplin yang diberikan kepada yang bersangkutan,” kata Purwanto.

Purwanto juga mengungkap bahwa dalam penelusuran awal terdapat fakta-fakta yang mengarah pada dugaan pelecehan, termasuk informasi dari kepala sekolah, bukti percakapan, keterangan teman korban, hingga keterangan pihak terkait.

Kasus Meledak Setelah Siswa Bergerak

Aksi siswa pada Senin pagi menjadi titik ledak perkara ini.

Usai upacara bendera, ratusan siswa disebut meluapkan kemarahan kepada AT. Video yang beredar memperlihatkan siswa meneriaki dan mengejar AT hingga ke gerbang sekolah.

Ledakan kemarahan tersebut membuat kasus yang sebelumnya berada di lingkungan sekolah berubah menjadi perhatian publik.

Tak lama berselang, berbagai materi terkait dugaan perkara tersebut beredar di media sosial, termasuk percakapan yang diduga antara AT dengan korban.

Pesan “Ayah” Ikut Viral

Salah satu tangkapan layar yang beredar memperlihatkan pesan yang diduga dikirim AT kepada korban.

Dalam percakapan tersebut, terdapat permintaan agar persoalan tidak disampaikan kepada orang lain.

«“Ayah lebih senang seperti itu, tidak usah ngomong sama orang lain, kita coba selesaikan bersama.”»

Pesan tersebut kini menjadi salah satu materi yang turut menjadi perhatian publik. Namun, keaslian, konteks, serta keterkaitannya dengan perkara tetap harus dibuktikan melalui penyidikan.

Dugaan Peristiwa di Ruang Guru

Dalam kronologi yang beredar dan disebut-sebut berasal dari korban, dugaan kejadian bermula ketika korban dipanggil untuk bertemu AT di ruang guru.

Korban disebut menunggu cukup lama hingga mengantuk dan tertidur dalam posisi duduk sambil menelungkup di atas meja.

Halaman:

Terkini