daerah

BUKAN FORMALITAS! UPTD SDN 5 MARGADADI KOBARKAN DISIPLIN DAN NASIONALISME, CETAK GENERASI “SANG JUARA”

Senin, 31 Agustus 2026 | 22:34 WIB

Gertak.id |  INDRAMAYU — Jangan anggap upacara bendera hanya sekadar berdiri berbaris setiap Senin pagi. Bagi UPTD SDN 5 Margadadi, setiap kibaran Sang Merah Putih adalah momentum untuk menanamkan karakter, disiplin, tanggung jawab dan nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.

Senin (31/8/2026), halaman UPTD SDN 5 Margadadi kembali dipenuhi peserta didik yang mengikuti upacara bendera dengan tertib dan khidmat. Di tengah derasnya perubahan zaman, sekolah menjadikan momentum tersebut sebagai ruang pembentukan karakter yang nyata, bukan sekadar formalitas agenda mingguan.

Mengusung semangat “Dengan Semangat Kebersamaan, Disiplin dan Nasionalisme, Kita Wujudkan Generasi Berkarakter dan Berprestasi,” sekolah menegaskan bahwa kecerdasan tanpa karakter bukanlah tujuan akhir pendidikan.

Kepala UPTD SDN 5 Margadadi, Ida Faridah, menegaskan bahwa pembentukan karakter harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

«“Upacara bendera bukan sekadar rutinitas. Ini adalah bagian dari pendidikan karakter. Anak-anak belajar disiplin, belajar bertanggung jawab, belajar menghargai kebersamaan, dan yang paling penting belajar mencintai tanah air,” tegas Ida Faridah.»

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi masa depan. Karena itu, pendidikan tidak boleh berhenti pada pencapaian nilai akademik semata.

«“Kami tidak ingin hanya mencetak anak-anak yang pintar secara akademik. Kami ingin mereka memiliki karakter, akhlak, kedisiplinan, kreativitas, keberanian dan rasa tanggung jawab. Karena prestasi yang tidak dibarengi karakter akan kehilangan maknanya,” ujarnya.»

Ida Faridah juga menegaskan komitmen sekolah melalui semangat NEMALI ASICK — Agamis, Sehat, Inovatif, Cerdas dan Kreatif. Nilai tersebut menjadi pijakan untuk membangun budaya sekolah yang mendorong siswa berkembang secara utuh.

«“NEMALI ASICK bukan sekadar rangkaian kata. Kami ingin nilai itu benar-benar hidup dalam keseharian anak-anak. Mereka harus agamis, sehat, inovatif, cerdas dan kreatif. Dari situlah kami berharap lahir generasi yang siap bersaing sekaligus tetap memiliki karakter,” ungkapnya.»

Semangat tersebut kemudian dipertegas melalui slogan “Sekolahnya Sang Juara, Raih Prestasi Tiada Henti.” Sekolah mendorong siswa untuk tidak takut bermimpi, berani mencoba, berani berkompetisi, serta terus mengasah kemampuan yang dimiliki.

Namun bagi Ida, menjadi juara bukan hanya soal membawa pulang piala.

«“Menjadi juara bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan piala. Juara adalah ketika anak-anak mampu menunjukkan disiplin, kejujuran, tanggung jawab, keberanian dan semangat untuk terus belajar. Itulah karakter yang ingin kami bangun,” tegasnya.»

Ia pun mengajak seluruh peserta didik agar menjadikan sekolah sebagai tempat untuk membangun masa depan, bukan sekadar tempat mengejar nilai.

«“Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru dan orang tua, jaga pergaulan, jangan takut berprestasi, dan terus kembangkan potensi kalian. Kalian adalah generasi yang akan menentukan masa depan bangsa,” pesannya.»

Halaman:

Terkini