Bagi PPTC, pengalaman tersebut bukan sekadar tentang berhasil menyelesaikan satu film. Lebih dari itu, proses produksi hingga pemutaran di hadapan ratusan warga menjadi pijakan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.
“Harapan kami jangan berhenti di film pertama. Kami ingin terus belajar dan kalau ada kesempatan, mudah-mudahan bisa membuat karya berikutnya yang lebih baik,” tambah Rudi.
Pada akhirnya, nobar “Sang Saka Merah Putih” menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI yang sekaligus membuka ruang bagi pemuda Tapos Caang untuk menunjukkan kreativitasnya. Dari keterbatasan fasilitas dan pengalaman, mereka mencoba memulai sebuah karya yang diharapkan dapat terus berkembang pada kesempatan berikutnya.