daerah

PROYEK ASPIRASI PKS HJ. NETTY DIDUGA JANGGAL: PAPAN INFORMASI “MENGHILANG”, PENGECORAN MANUAL BIKIN PUBLIK BERTANYA

Selasa, 11 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Terlebih proyek tersebut dikaitkan dengan aspirasi PKS Hj. Netty. Justru karena membawa nama aspirasi wakil rakyat, transparansi seharusnya tidak boleh setengah hati.

Aspirasi bukan stempel sakti. Aspirasi bukan alasan untuk menutup ruang kritik. Dan nama anggota dewan bukan jaminan bahwa sebuah pekerjaan otomatis bersih dari persoalan.

Hj. Netty karenanya perlu memberikan penjelasan secara terbuka. Jika proyek tersebut benar merupakan aspirasi yang diperjuangkannya, publik berhak mengetahui bagaimana proyek itu diwujudkan dan siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaannya.

Pihak pelaksana pun tidak seharusnya alergi terhadap pertanyaan publik. Kalau pekerjaan memang benar dan sesuai, buka datanya. Kalau kualitasnya bagus, tunjukkan hasilnya.

Tidak perlu berlindung di balik narasi bahwa proyek sudah selesai.

Sebab selesai secara fisik belum tentu selesai secara pertanggungjawaban.

Publik tidak membutuhkan proyek yang sekadar terlihat bagus ketika baru selesai dikerjakan. Publik membutuhkan infrastruktur yang berkualitas dan tidak membuat masyarakat kembali mengeluarkan biaya ketika kerusakan datang terlalu cepat.

Karena itu, dugaan hilangnya papan informasi dan dugaan pengecoran manual tidak boleh berhenti sebagai obrolan di lapangan. Pihak terkait perlu menjawabnya dengan data, bukan sekadar bantahan.

Jika semua sesuai ketentuan, tunjukkan kepada masyarakat.

Jika ada kekeliruan, perbaiki.

Dan jika ditemukan penyimpangan, jangan berharap label “aspirasi” menjadi payung untuk melindunginya.

Uang rakyat tidak mengenal warna partai. Ketika uang negara digunakan, yang wajib dikedepankan adalah transparansi, kualitas dan pertanggungjawaban.

Hingga berita ini disusun, pihak pelaksana maupun Hj. Netty belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan tidak adanya papan informasi dan dugaan pengecoran secara manual tersebut. Ruang klarifikasi tetap terbuka bagi seluruh pihak untuk memberikan penjelasan.

Kini masyarakat tinggal menunggu satu hal: jawaban yang terang atas proyek yang disebut sebagai aspirasi tersebut—bukan jawaban normatif, melainkan bukti dan keterbukaan.

Halaman:

Terkini