daerah

Kebakaran Hebat Saat Pengisian Solar di Pelabuhan Karangsong, Sejumlah Kapal Ludes Terbakar; Dugaan Kelalaian dan Pengawasan Distribusi BBM Harus Dibo

Kamis, 6 Agustus 2026 | 16:49 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – Kobaran api mengamuk di Pelabuhan Karangsong, Kabupaten Indramayu, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Sejumlah kapal nelayan hangus terbakar, warung di sekitar dermaga ikut dilalap api, dan sebuah mobil Mitsubishi Pajero tak luput menjadi korban. Kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi, memicu kepanikan warga dan aktivitas pelabuhan lumpuh seketika.

Peristiwa ini disebut terjadi ketika salah satu kapal nelayan sedang melakukan pengisian BBM solar dari mobil tangki yang menurut keterangan saksi merupakan milik PT PBP Trans Group. Namun, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Pemilik kapal yang terbakar, Hj. Yuni, mengaku tidak menyangka aktivitas pengisian solar berubah menjadi petaka yang menghanguskan aset bernilai ratusan juta rupiah.

«"Kapal saya lagi ngisi solar dari mobil tangki PT PBP ke tempat penampungan. Katanya api muncul dari kapal saya," ujar Hj. Yuni dengan suara bergetar.»

Api kemudian menjalar sangat cepat ke kapal lain, membakar bangunan di sekitar dermaga hingga melalap kendaraan yang terparkir. Besarnya kobaran api memaksa sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.

Insiden ini memunculkan sorotan serius terhadap penerapan standar keselamatan kerja (safety) dalam aktivitas distribusi BBM di kawasan pelabuhan. Publik kini menunggu jawaban: apakah seluruh prosedur pengisian telah dijalankan sesuai standar, apakah sistem pengawasan berjalan, dan apakah seluruh pihak yang terlibat telah memenuhi kewajiban keselamatan? Semua itu harus dijawab melalui penyelidikan yang terbuka dan profesional.

Koordinator Umum Forum Peduli Indramayu (FPI), Masdi, menegaskan bahwa aparat penegak hukum tidak boleh berhenti hanya dengan menyimpulkan penyebab munculnya api. Menurutnya, seluruh rantai aktivitas distribusi BBM sebelum kebakaran harus diperiksa secara menyeluruh.

«"Jangan ada yang ditutup-tutupi. Jika ada unsur kelalaian, pelanggaran prosedur keselamatan, atau penyimpangan dalam proses distribusi BBM, semuanya harus diungkap. Nyawa dan harta benda masyarakat menjadi taruhannya," tegas Masdi.»

Masdi juga meminta penyidik memeriksa seluruh pihak yang mengetahui proses pengisian BBM, termasuk mekanisme distribusi, penerapan standar keselamatan, pengawasan di lapangan, serta memastikan spesifikasi BBM yang disalurkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum kebakaran terjadi, sejumlah mobil tangki pengangkut BBM terlihat berada di kawasan pelabuhan. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kendaraan-kendaraan tersebut diduga sedang atau akan melakukan distribusi solar kepada kapal-kapal nelayan. Informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak perusahaan.

Peristiwa ini dinilai tidak boleh berakhir hanya sebagai musibah biasa. Jika penyelidikan menemukan adanya kelalaian atau pelanggaran terhadap prosedur keselamatan, maka penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu agar menjadi pelajaran bagi seluruh pihak yang menjalankan aktivitas berisiko tinggi di kawasan pelabuhan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari PT PBP Trans Group maupun Polres Indramayu mengenai penyebab kebakaran. Redaksi masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait untuk memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

Terkini