Gertak.id | INDRAMAYU – Di saat banyak anak semakin larut dalam dunia gawai dan permainan digital, Perguruan Silat Bhirawa Anoraga memilih mengambil langkah nyata. Melalui pembinaan pencak silat sejak usia dini, perguruan ini berkomitmen membentuk generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, dan berjiwa ksatria sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Fenomena anak yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar dibanding berolahraga menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi perkembangan fisik, mental, hingga kemampuan bersosialisasi. Berangkat dari keprihatinan itu, Bhirawa Anoraga menghadirkan pembinaan yang menyeimbangkan kekuatan jasmani, kecerdasan emosi, dan pembentukan karakter.
Dalam setiap sesi latihan, peserta usia dini mengikuti berbagai materi mulai dari pemanasan, latihan daya tahan tubuh, kelincahan, keseimbangan, koordinasi gerak, hingga teknik dasar pencak silat. Seluruh latihan diberikan secara bertahap sesuai usia sehingga aman, menyenangkan, dan mampu menunjang tumbuh kembang anak.
Namun, yang dibangun bukan semata kemampuan bela diri. Di gelanggang latihan, anak-anak diajarkan arti disiplin, menghormati pelatih, menghargai teman, bertanggung jawab, menjaga sportivitas, serta mampu mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Perguruan Silat Bhirawa Anoraga, setiap latihan merupakan proses membangun karakter. Kekuatan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan fisik, tetapi juga dari keteguhan mental, keberanian, kejujuran, rasa percaya diri, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Kami tidak sekadar mengajarkan bela diri. Kami ingin mencetak generasi yang sehat, disiplin, berakhlak mulia, mencintai budaya bangsa, serta memiliki jiwa ksatria. Prestasi akan mengikuti jika karakter sudah terbentuk," ujar Yanto pelatih Perguruan Silat Bhirawa Anoraga.
Dukungan penuh juga datang dari para orang tua yang merasakan perubahan positif pada anak-anak mereka setelah rutin mengikuti latihan.
"Kami sengaja memasukkan anak ke Perguruan Silat Bhirawa Anoraga karena ingin waktunya lebih banyak diisi kegiatan yang positif daripada terus bermain gawai. Alhamdulillah, sekarang anak kami lebih disiplin, lebih percaya diri, lebih menghormati orang tua, dan semakin semangat berolahraga. Kami berharap pembinaan seperti ini terus berjalan agar lahir generasi yang sehat, berakhlak baik, dan mencintai budaya bangsa," ungkap Tiara salah seorang orang tua peserta.
Komitmen pembinaan yang dilakukan secara konsisten menjadi bukti bahwa Bhirawa Anoraga tidak hanya mengejar prestasi di arena pertandingan. Perguruan ini ingin melahirkan generasi yang mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Di tengah derasnya arus modernisasi, pencak silat tetap menunjukkan eksistensinya sebagai warisan budaya yang sarat nilai pendidikan. Disiplin, persaudaraan, sportivitas, keberanian, dan rasa cinta tanah air terus ditanamkan dalam setiap proses latihan.
Dari gelanggang latihan yang sederhana, Bhirawa Anoraga menyalakan harapan besar. Dengan membangun karakter sejak usia dini, perguruan ini percaya akan lahir generasi yang kuat lahir dan batin, tangguh menghadapi era digital, serta siap mengharumkan nama Indramayu, Jawa Barat, bahkan Indonesia melalui prestasi dan akhlak mulia.