daerah

Di Balik Keringat Murid SMPN 4 Sindang, Ada Mimpi Besar Menjaga Warisan Budaya Lewat Silat Gagak Muara

Senin, 3 Agustus 2026 | 18:35 WIB

Gertak.id | Indramayu – Sore mulai meredup, namun semangat para murid SMPN 4 Sindang justru semakin menyala. Di halaman sekolah, suara hentakan kaki berpadu dengan aba-aba pelatih memecah keheningan. Satu demi satu jurus Silat Gagak Muara diperagakan dengan penuh kesungguhan. Keringat yang membasahi seragam latihan menjadi saksi bahwa mimpi besar selalu lahir dari kerja keras.

Bagi mereka, latihan ini bukan sekadar belajar membela diri. Di balik setiap gerakan tersimpan pelajaran tentang disiplin, kesabaran, rasa hormat kepada guru, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat untuk tidak mudah menyerah.

Di tengah era digital yang membuat banyak remaja lebih akrab dengan layar gawai, para murid SMPN 4 Sindang memilih mengisi waktu dengan aktivitas yang membangun. Mereka menjaga denyut warisan budaya melalui Silat Gagak Muara, sebuah seni bela diri yang sarat nilai luhur dan filosofi kehidupan.

Tak sedikit dari mereka yang datang dengan rasa penasaran, lalu bertahan karena menemukan keluarga baru dalam setiap sesi latihan. Mereka saling menguatkan, saling mengingatkan, dan tumbuh bersama dalam ikatan persaudaraan yang erat.

Kepala SMPN 4 Sindang, Ana Rohdiana menegaskan bahwa sekolah tidak hanya ingin melahirkan siswa yang unggul dalam akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, cinta budaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

"Kami percaya pendidikan terbaik adalah yang mampu membentuk ilmu pengetahuan sekaligus akhlak. Melalui Silat Gagak Muara, anak-anak belajar menjadi pribadi yang disiplin, rendah hati, bertanggung jawab, dan menghargai budaya bangsa," ujarnya.

Pelatih Silat Gagak Muara mengatakan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Semua membutuhkan latihan, ketekunan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

"Kami tidak hanya mengejar medali. Kami ingin melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang berani berbuat baik, menghormati orang tua dan guru, serta membawa nama baik sekolah di mana pun mereka berada. Jika prestasi datang, itu adalah buah dari proses panjang yang mereka jalani," katanya.

Di sela latihan, tawa para murid sesekali terdengar. Rasa lelah seakan hilang ketika mereka berhasil menguasai jurus baru atau mendapat apresiasi dari pelatih. Kebersamaan itu menjadi energi yang membuat mereka terus kembali berlatih, hari demi hari.

Silat Gagak Muara telah menjadi lebih dari sekadar kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 4 Sindang. Ia menjadi ruang pembentukan karakter, tempat mimpi-mimpi ditempa, sekaligus jembatan yang menghubungkan generasi muda dengan akar budayanya sendiri.

Dari halaman sederhana SMPN 4 Sindang, harapan itu terus tumbuh. Harapan agar dari setiap tetes keringat para murid hari ini, lahir generasi masa depan yang tidak hanya berprestasi di gelanggang pertandingan, tetapi juga berakhlak mulia, mencintai budaya Indonesia, dan menjadi kebanggaan keluarga, sekolah, serta Kabupaten Indramayu.

Terkini