daerah

Tak Lagi Andalkan Truk Tangki, Mahasiswa Polindra Sulap Air Payau Jadi Air Bersih 10 Ribu Liter per Hari untuk Pantai Bali 2

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Gertak.id | Indramayu – Persoalan krisis air bersih yang selama ini menghantui kawasan wisata Pantai Balongan Indah (Bali) 2 akhirnya mendapat solusi. Bukan dari perusahaan besar atau lembaga riset nasional, melainkan dari tangan kreatif mahasiswa Politeknik Negeri Indramayu (Polindra).

Melalui inovasi Brackish Water Reverse Osmosis (BWRO), mahasiswa Polindra berhasil mengubah air payau menjadi air bersih yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mandi dan sanitasi. Mesin hasil tugas akhir tersebut resmi diserahkan kepada pengelola Pantai Bali 2 pada Selasa (21/7/2026).

Teknologi ini mampu memproduksi hingga 10.000 liter air bersih setiap hari, sebuah kapasitas yang dinilai cukup untuk menopang kebutuhan air di kawasan wisata yang selama ini kerap mengalami kekurangan pasokan, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Sebelum mesin ini hadir, pengelola Pantai Bali 2 harus mendatangkan air bersih menggunakan beberapa truk tangki setiap kali jumlah wisatawan meningkat. Selain membutuhkan biaya besar, cara tersebut juga dinilai kurang efisien karena bergantung pada pasokan dari luar kawasan.

Kini, kondisi itu mulai berubah. Air payau yang tersedia di sekitar pantai tidak lagi dipandang sebagai hambatan, tetapi justru menjadi sumber air baku yang dapat diolah menjadi air bersih melalui teknologi karya mahasiswa.

Direktur Polindra, Rofan Aziz, mengatakan inovasi tersebut merupakan bukti bahwa perguruan tinggi vokasi mampu menghasilkan teknologi tepat guna yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami ingin hasil pembelajaran di kampus tidak berhenti sebagai laporan akademik. Inovasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir," ujar Rofan Aziz.

Pengelola Pantai Bali 2, Akso, menyambut baik hadirnya mesin BWRO tersebut. Menurutnya, teknologi ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air bersih dari luar.

"Kami sangat mengapresiasi karya mahasiswa Polindra. Semoga inovasi seperti ini terus lahir sehingga semakin banyak persoalan masyarakat yang bisa diselesaikan melalui teknologi," kata Akso.

Inovasi BWRO tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Polindra, tetapi juga memperlihatkan bahwa riset mahasiswa mampu menghasilkan solusi yang berdampak langsung bagi pembangunan daerah. Dari kampus di Indramayu, lahir sebuah teknologi yang mengubah air payau menjadi sumber kehidupan dan memperkuat sektor pariwisata pesisir.

Terkini