daerah

27 Predator Kasus Kekerasan Terhadap Anak Mengguncang Sampang, Anik Amanillah Sebut Hukum Tak Ditakuti

Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:58 WIB
27 Predator Kasus Kekerasan Terhadap Anak Mengguncang Sampang, Anik Amanillah Sebut Hukum Tak Ditakuti

 

SAMPANG, Gertak.id – Ledakan kasus yang melibatkan anak di Kabupaten Sampang memicu peringatan keras dari Ketua Komisi Perempuan, Keluarga dan Anak, MUI Sampang, Nyai Anik Amanillah. Ia menilai regulasi perlindungan anak sudah kehilangan daya tekan sehingga 27 pelaku tidak lagi merasa takut terhadap ancaman hukum.

Menurut Anik Amanillah, sedikitnya 27 anak telah tercatat dalam data kasus yang menjadi perhatian serius. Kondisi tersebut dinilai sebagai alarm darurat yang tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan biasa.

"Hukum yang ada sudah tidak memberikan efek jera. Aturan yang tidak efektif harus segera dievaluasi, bahkan ditinjau ulang, agar perlindungan terhadap anak benar-benar berjalan," tegas Nyai Anik. Sabtu (11/07/2026).

Ia mengungkapkan, pola kasus di Madura menunjukkan kecenderungan yang sama. Banyak peristiwa terjadi ketika anak berada tanpa pengawasan orang tua, bahkan tidak sedikit berlangsung pada malam hari di ruang publik.

Karena itu, Anik berharap seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. Komisi Perempuan, Keluarga dan Anak akan menggandeng organisasi perempuan seperti Fatayat, Muslimat, dan Aisyiyah untuk mengawal kasus itu dan sekaligus memperkuat gerakan pencegahan.

"Kami tidak ingin kasus demi kasus terus bermunculan. Semua organisasi perempuan harus bersatu mengawal perlindungan anak dan memastikan kejadian serupa tidak terulang," katanya.

Tak hanya itu, Nyai Anik juga meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait turun langsung melalui program edukasi masif kepada orang tua dan remaja. Menurutnya, pengawasan keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah kekerasan maupun kejahatan terhadap anak.

Ia menegaskan, kejadian ini tidak hanya menjadi tanggungjawab aparat penegak hukum. Pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga keluarga harus bersinergi membangun sistem perlindungan yang kuat.

"Jangan tunggu jumlah korban terus bertambah baru kita bertindak. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama dan harus menjadi prioritas utama," pungkas Anik Amanillah.

Terkini