daerah

Jalan Baru Karangampel Disesaki Sampah, Warga: Mau Sampai Kapan Dibiarkan?

Sabtu, 4 Juli 2026 | 14:31 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – Wajah Jalan Baru Karangampel kembali tercoreng. Di tengah gencarnya slogan menjaga kebersihan lingkungan, kenyataan di lapangan justru berbicara sebaliknya. Tumpukan sampah menggunung di sepanjang sisi jalan, menghadirkan pemandangan kumuh yang sulit diabaikan.

Ironisnya, kondisi ini bukan terjadi sehari atau dua hari. Warga menyebut persoalan sampah di lokasi tersebut sudah berulang kali terjadi. Setiap kali dibersihkan, tak lama kemudian sampah kembali menumpuk, seolah tidak ada langkah yang benar-benar mampu menghentikan praktik pembuangan sampah liar.

Bau menyengat mulai tercium dari tumpukan sampah yang terus bertambah. Plastik, limbah rumah tangga, hingga berbagai jenis sampah lainnya bercampur menjadi satu. Kondisi itu bukan hanya merusak estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit jika terus dibiarkan.

"Setiap hari kami melihat pemandangan seperti ini. Jalan yang mestinya menjadi kebanggaan justru berubah menjadi tempat pembuangan sampah. Mau sampai kapan dibiarkan?" ujar 'J' salah seorang warga dengan nada kecewa.

Masyarakat mempertanyakan efektivitas pengawasan dan penanganan yang dilakukan pemerintah serta instansi terkait. Sebab, jika persoalan ini terus berulang tanpa solusi yang jelas, publik tentu berhak mempertanyakan di mana letak keseriusan dalam mengatasi masalah sampah yang sudah lama menjadi keluhan.

Warga mendesak agar pemerintah tidak hanya mengirim armada pengangkut ketika sampah sudah menggunung. Penanganan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari pengawasan, penyediaan fasilitas yang memadai, edukasi kepada masyarakat, hingga penegakan aturan terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan.

Sampah yang terus menumpuk di Jalan Baru Karangampel bukan sekadar persoalan kebersihan. Ini menjadi cerminan bagaimana persoalan lingkungan dapat berulang jika tidak disertai pengawasan yang konsisten dan solusi yang berkelanjutan.

Hingga berita ini diterbitkan, tumpukan sampah masih terlihat memenuhi lokasi. Redaksi membuka ruang kepada pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan dan langkah konkret yang akan ditempuh dalam mengatasi persoalan tersebut.

Terkini