daerah

Ratusan Warga Geger Kembalikan Minyakita Bantuan Pangan, Diduga Berbau Solar hingga Gorengan Terasa Pahit

Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:38 WIB

Gertak.id | Karanganyar – Bantuan pangan berupa minyak goreng merek Minyakita di Kelurahan Tegal Gede, Kabupaten Karanganyar, justru memicu keresahan. Ratusan warga penerima bantuan memilih mengembalikan minyak goreng tersebut setelah mendapati bau menyengat yang diduga menyerupai solar atau minyak tanah. Tak hanya itu, makanan yang digoreng menggunakan minyak tersebut juga dikeluhkan terasa pahit.

Temuan itu sontak menjadi perhatian masyarakat. Produk yang seharusnya membantu memenuhi kebutuhan pokok warga justru menimbulkan tanda tanya besar mengenai kualitas dan keamanannya. Kekhawatiran pun meluas karena minyak tersebut telah lebih dulu diterima oleh banyak keluarga.

Sejumlah warga mengaku enggan lagi menggunakan minyak tersebut karena khawatir membahayakan kesehatan. Aroma yang tidak lazim serta perubahan rasa pada makanan membuat mereka memilih mengembalikan produk daripada mengambil risiko.

Merespons keluhan itu, Pemerintah Kabupaten Karanganyar bersama instansi terkait langsung turun tangan. Sampel Minyakita yang diduga bermasalah telah diamankan untuk menjalani uji laboratorium guna mengetahui penyebab munculnya bau menyengat tersebut.

Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab dugaan pencemaran. Pemerintah menegaskan proses pemeriksaan masih berlangsung dan hasil laboratorium akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan penarikan produk apabila terbukti tidak memenuhi standar.

Masyarakat diminta tidak mengonsumsi minyak yang memiliki ciri-ciri serupa serta segera melaporkannya kepada pemerintah daerah atau pihak terkait agar dapat dilakukan verifikasi. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah risiko yang lebih luas.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut program bantuan pangan yang semestinya menjamin kualitas dan keamanan produk bagi masyarakat. Publik kini menanti hasil investigasi untuk memastikan penyebab dugaan masalah tersebut sekaligus menentukan pihak yang harus bertanggung jawab apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Catatan: Karena hasil pengujian laboratorium belum keluar, penggunaan istilah "diduga" tetap penting agar pemberitaan akurat dan tidak melampaui fakta yang telah dikonfirmasi.

Terkini