daerah

Pelabuhan Ketapang Macet Parah, Penumpang Antre Berjam-Jam Saat Libur Sekolah

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:03 WIB
Pelabuhan Ketapang Macet Parah, Penumpang Antre Berjam-Jam Saat Libur Sekolah

 

BANYUWANGI, Gertak.id – Kemacetan dan antrean panjang kendaraan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, serta Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menjadi sorotan publik selama musim libur sekolah. Ribuan pengguna jasa penyeberangan mengeluhkan waktu tunggu yang mencapai berjam-jam sebelum berhasil menyeberang Selat Bali.

Keluhan para penumpang ramai beredar di media sosial. Sejumlah video yang diunggah warganet memperlihatkan antrean kendaraan mengular hingga ke luar kawasan pelabuhan, memicu kemacetan panjang dan keterlambatan perjalanan.

Salah satu unggahan datang dari akun Instagram @diahrara91 yang menceritakan pengalaman menunggu selama sekitar lima jam. Dalam keterangannya, ia mengaku berangkat pukul 22.00 WIB dan baru tiba sekitar pukul 04.00 WITA karena harus mengantre masuk kapal.

Melalui video yang diunggah, ia menggambarkan kondisi lalu lintas yang nyaris tidak bergerak. Menurutnya, perjalanan yang seharusnya hanya memakan waktu sekitar satu jam berubah menjadi berjam-jam akibat padatnya antrean kendaraan.

Pemilik akun tersebut juga mengimbau masyarakat yang akan menyeberang melalui Ketapang agar mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk membawa bekal makanan dan minuman karena lamanya waktu menunggu.

Kondisi serupa juga terjadi di Pelabuhan Gilimanuk. Rekaman video yang diunggah akun Instagram @balisanbus menunjukkan antrean kendaraan memenuhi area pelabuhan hingga kantong-kantong parkir. Kepadatan tersebut berdampak pada keterlambatan jadwal keberangkatan kapal maupun waktu tempuh penumpang.

Sementara itu, akun Instagram @soniaasha_ menyebut kemacetan di Ketapang seolah menjadi persoalan yang terus berulang setiap tahun. Dalam unggahannya, ia berharap pemerintah melakukan evaluasi kebijakan dan pembenahan sistem agar kemacetan tidak terus terulang pada musim liburan maupun periode padat lainnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, menjelaskan bahwa kepadatan dipicu meningkatnya volume kendaraan sejak 21 Juni 2026. Kendaraan pribadi roda empat tercatat mengalami kenaikan sekitar 30 persen dibandingkan hari normal.

Selain lonjakan kendaraan, faktor cuaca juga memengaruhi proses bongkar muat kapal demi menjaga keselamatan pelayaran. ASDP menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jasa atas ketidaknyamanan yang terjadi.

ASDP menegaskan pihaknya bersama regulator dan seluruh pemangku kepentingan terus mengoptimalkan armada, fasilitas pelabuhan, serta pengaturan operasional untuk mempercepat normalisasi layanan dan memastikan arus penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk tetap berjalan sebaik mungkin selama periode liburan.

Terkini