Gertak.id | INDRAMAYU – Pemerintah Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat dengan menggelar Pelatihan Kader Posyandu. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk memperkuat barisan terdepan dalam upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan warga.
Puluhan kader Posyandu mengikuti pelatihan yang digelar di Balai Desa Babadan. Mereka dibekali berbagai materi mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, pencegahan stunting, hingga teknik edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Kuwu Babadan, Sugeng menegaskan bahwa kader Posyandu memiliki peran vital yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, keberhasilan program kesehatan pemerintah sangat bergantung pada kualitas kader yang setiap bulan bersentuhan langsung dengan masyarakat.
"Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di desa. Mereka bukan hanya mencatat berat badan balita, tetapi menjadi garda terdepan dalam mendeteksi persoalan kesehatan sejak dini. Karena itu kapasitas mereka harus terus ditingkatkan," tegas Sugeng Kuwu Babadan.
Ia menilai tantangan kesehatan masyarakat saat ini semakin kompleks, mulai dari stunting, gizi buruk, hingga rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap pola hidup sehat. Kondisi tersebut menuntut kader Posyandu memiliki pengetahuan dan kemampuan yang memadai.
"Kami tidak ingin Posyandu hanya menjadi kegiatan rutin yang berjalan tanpa arah. Kader harus menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi masyarakat, mendampingi keluarga, dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan cerdas," ujarnya.
Menurutnya, perang melawan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau tenaga kesehatan semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif kader Posyandu yang berada paling dekat dengan masyarakat.
"Jika kader kuat, maka program kesehatan akan berjalan kuat. Jika kader aktif, maka persoalan kesehatan di masyarakat akan lebih cepat terdeteksi. Karena itu, investasi terbaik desa bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia melalui kader-kader kesehatan yang kompeten," katanya.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta juga diajak memahami pentingnya akurasi data kesehatan, pola pendampingan keluarga, serta strategi membangun kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan ibu dan anak.
Kuwu Babadan, Sugeng memastikan Pemerintah Desa akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan Posyandu sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
"Kesehatan masyarakat tidak bisa ditunda. Kalau kita ingin mencetak generasi unggul, maka perhatian harus dimulai sejak dalam kandungan hingga masa tumbuh kembang anak. Di sinilah peran kader Posyandu menjadi sangat menentukan," tandasnya.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Babadan berharap kader Posyandu semakin profesional, aktif, dan mampu menjadi motor penggerak perubahan di tengah masyarakat, sehingga berbagai persoalan kesehatan dapat ditangani lebih cepat, tepat, dan berkelanjutan.