daerah

Razia Berakhir, Air Mata Dimulai: Tiga Anak di Comal Hidup Terlantar Tanpa Kepastian

Rabu, 24 Juni 2026 | 07:17 WIB

Pertanyaannya, apakah negara cukup hadir setelah razia selesai?

Penertiban memang perlu. Aturan harus ditegakkan. Namun ketika anak-anak yang tidak bersalah justru menjadi korban keadaan, pendekatan hukum semata jelas tidak cukup.

Ada sisi kemanusiaan yang tak boleh diabaikan.

Kemiskinan, tekanan ekonomi, minimnya lapangan kerja, dan lemahnya perlindungan sosial sering kali menjadi akar persoalan yang lebih besar. Jika tidak disikapi secara menyeluruh, razia hanya akan menyelesaikan permukaan masalah, sementara luka sosial terus membesar.

Kini, tiga anak itu masih bertahan di tengah ketidakjelasan.

Mereka menunggu.

Menunggu bantuan.

Menunggu kepastian.

Menunggu uluran tangan dari mereka yang memiliki kewenangan.

Kasus ini bukan sekadar tentang razia.

Ini tentang masa depan anak-anak yang terancam hilang.

Dan pertanyaan besar yang kini menggantung di udara adalah: setelah razia selesai, siapa yang bertanggung jawab atas hidup mereka?

Halaman:

Tags

Terkini