Gertak.id | Indramayu – Tingginya mobilitas pengemudi ojek online dan driver mobil online yang setiap hari berjibaku di jalan raya menjadikan mereka kelompok paling rentan mengalami kecelakaan lalu lintas. Berangkat dari kondisi tersebut, PT Jasa Raharja Perwakilan Indramayu menggandeng Polres Indramayu dan tiga Taruna Akpol untuk turun langsung memberikan pembekalan keselamatan berkendara kepada para driver online, Senin (8/6/2026).
Sebanyak 20 perwakilan pengemudi dari komunitas ojek online dan Family Guyub Indramayu (FGI) mengikuti kampanye safety riding dan safety driving yang digelar di halaman kantor Jasa Raharja Indramayu. Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi rutin, melainkan langkah konkret untuk menekan angka kecelakaan fatal yang masih menjadi ancaman serius di jalan raya.
Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Indramayu, Afriyanti, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama para pengemudi online. Di tengah tuntutan mengejar order dan target pendapatan, aspek keselamatan kerap terabaikan dan berujung pada kecelakaan yang merugikan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Materi yang diberikan difokuskan pada perilaku berkendara aman dan disiplin berlalu lintas. Kasat Kamsel Polres Indramayu, Ipda Dedi H bersama Aiptu Ade memaparkan konsep 3S1H, yakni Safety Gear, Safety Speed, Safety Riding atau Driving, serta Humanity sebagai fondasi utama membangun budaya berkendara yang berkeselamatan.
Tidak berhenti pada teori, tiga Taruna Akpol yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga memberikan simulasi langsung teknik defensive riding dan pengereman darurat. Para peserta diajak memahami cara membaca potensi bahaya di jalan, menjaga kendali kendaraan, hingga mengambil keputusan cepat saat menghadapi situasi kritis.
Bagi pengemudi roda dua, penekanan diberikan pada kewajiban menggunakan perlengkapan keselamatan lengkap dan menghindari manuver berbahaya seperti saling menyalip atau selap-selip di tengah kepadatan lalu lintas. Sementara pengemudi roda empat diingatkan pentingnya penggunaan sabuk pengaman, menjaga jarak aman, serta larangan menggunakan telepon seluler saat mengemudi.
Selain edukasi keselamatan, Jasa Raharja juga memperkenalkan aplikasi JRKu Mobile sebagai bagian dari transformasi layanan digital. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melaporkan kecelakaan lalu lintas secara online selama 24 jam sehingga proses pengajuan santunan bagi korban dapat dilakukan lebih cepat, mudah, dan transparan.
Komitmen terhadap keselamatan juga diwujudkan melalui pembagian 15 helm berstandar SNI kepada pengemudi ojek online. Bantuan tersebut menjadi simbol bahwa perlindungan terhadap pengemudi tidak cukup hanya melalui edukasi, tetapi juga harus didukung dengan perlengkapan keselamatan yang layak.
Ketua komunitas ojek online, Cuplis, dan Ketua Family Guyub Indramayu (FGI), Nastama alias Dembar, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada para pengemudi online. Menurut mereka, kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan mengingat para driver merupakan kelompok yang hampir setiap hari menghadapi risiko kecelakaan di jalan.
Kolaborasi antara Jasa Raharja, Polres Indramayu, dan Taruna Akpol menjadi pesan kuat bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Di tengah meningkatnya jumlah kendaraan dan aktivitas transportasi daring, edukasi yang menyentuh langsung para pengemudi diharapkan mampu menekan angka kecelakaan serta menciptakan budaya tertib berlalu lintas yang lebih kuat di Kabupaten Indramayu.