daerah

TERLIBAT GENG MOTOR DAN RESAHKAN WARGA, TIGA SISWA SMAN 1 SINDANG DIPECAT

Selasa, 9 Juni 2026 | 08:18 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – SMA Negeri 1 Sindang menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap aksi kenakalan pelajar yang mengarah pada kriminalitas. Tiga siswa kelas XI resmi dipecat setelah terbukti terlibat dalam aktivitas geng motor yang meresahkan masyarakat.

Keputusan tegas tersebut diambil setelah pihak sekolah menerima laporan dari kepolisian serta melakukan pemanggilan terhadap orang tua siswa. Ketiganya kemudian dikembalikan kepada keluarga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pelanggaran berat yang dilakukan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Sindang, Diana Susanti, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan konsekuensi dari pelanggaran terhadap Fakta Integritas Panca Waluya yang telah ditandatangani siswa bersama orang tua sejak awal masuk sekolah.

Dalam aturan tersebut, siswa secara tegas dilarang terlibat geng motor, penyalahgunaan narkoba, membawa senjata tajam, merokok, hingga berbagai bentuk perilaku yang bertentangan dengan nilai pendidikan dan karakter pelajar.

“Melihat perilaku yang dilakukan dan berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, sekolah memutuskan untuk mengembalikan siswa kepada orang tua,” ujar Diana, Senin (8/6/2026).

Meski menjatuhkan sanksi berat, sekolah memastikan hak pendidikan para siswa tetap diperhatikan. Mereka akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan melalui sekolah swasta, program Paket C, maupun sekolah di luar Kabupaten Indramayu.

Sementara itu, dua siswa lain yang namanya turut muncul dalam laporan kepolisian masih menjalani proses pendalaman. Sekolah menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah serupa apabila ditemukan bukti keterlibatan.

Kasus ini bermula dari aksi sekelompok berandalan motor yang membuat warga Sindang geram. Mereka diduga melakukan perusakan terhadap pedagang di kawasan GOR Singalodra serta menggeber knalpot bising yang mengganggu ketertiban lingkungan.

Puncaknya, warga bergerak cepat dan berhasil mengamankan para remaja tersebut sebelum dibawa ke Balai Desa Sindang untuk diperiksa. Peristiwa itu sontak menjadi perhatian publik karena sebagian pelaku diketahui masih berstatus pelajar.

Pemecatan tiga siswa ini menjadi peringatan keras bahwa sekolah tidak akan menjadi tempat berlindung bagi pelajar yang memilih terlibat dalam aksi geng motor. Dunia pendidikan bertugas membentuk karakter dan masa depan generasi muda, bukan memberi ruang bagi perilaku yang mengancam keamanan masyarakat.

Terkini