Gertak.id | INDRAMAYU – Di tengah stigma negatif yang kerap melekat pada komunitas otomotif, Matador Club Indramayu justru menunjukkan wajah berbeda. Berkolaborasi dengan Sahabat Muda Daniel, mereka turun langsung menggelar aksi bersih-bersih di Mushola Al-Hidayah, Desa Panyingkiran Kidul, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu.
Puluhan relawan dari kedua komunitas bahu-membahu membersihkan setiap sudut mushola, mulai dari ruang utama ibadah, tempat wudhu, halaman, hingga lingkungan sekitar. Suara sapu dan alat kebersihan menggantikan deru mesin, menandai kepedulian nyata terhadap fasilitas ibadah masyarakat.
Ketua Matador Club Indramayu, Rizky Ramadhan Wijaya, menegaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya tidak hanya fokus pada kegiatan otomotif, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir di tengah masyarakat.
"Kami ingin membuktikan bahwa komunitas otomotif bisa menjadi kekuatan positif. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat nyata sekaligus mengajak anak-anak muda untuk peduli terhadap lingkungan dan tempat ibadah," tegas Rizky.
Senada dengan itu, Koordinator Sahabat Muda Daniel, Dimas Suprayogo, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sosial dan keagamaan.
"Kami percaya perubahan besar dimulai dari aksi kecil. Menjaga kebersihan mushola adalah bagian dari menjaga kenyamanan masyarakat dalam beribadah. Semangat gotong royong seperti ini harus terus dirawat," ujarnya.
Tak sekadar membersihkan, para relawan juga melakukan penataan fasilitas mushola agar terlihat lebih rapi dan nyaman digunakan jamaah. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan.
Aksi sosial ini mendapat sambutan positif dari warga Desa Panyingkiran Kidul. Kehadiran para relawan dinilai menjadi contoh bahwa anak muda mampu menjadi motor penggerak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Di tengah berbagai persoalan sosial yang kerap melibatkan generasi muda, langkah yang dilakukan Matador Club Indramayu dan Sahabat Muda Daniel menjadi pesan kuat bahwa energi anak muda dapat diarahkan untuk kegiatan yang produktif, membangun, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
Melalui aksi sederhana namun bermakna ini, kedua komunitas berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kebersihan tempat ibadah bukan hanya tanggung jawab pengurus, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Sebab, mushola yang bersih dan terawat adalah cerminan kepedulian umat terhadap rumah ibadahnya.