daerah

KREASI PATI Bangun Sistem Ekraf Digital Terintegrasi untuk Tingkatkan UMKM

Jumat, 22 Mei 2026 | 16:41 WIB
KREASI PATI Bangun Sistem Ekraf Digital Terintegrasi untuk Tingkatkan UMKM

 

PATI, Gertak.id – Komite Ekonomi Kreatif dan Inovasi Kabupaten Pati (KREASI PATI) memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi melalui kolaborasi Hexahelix bersama perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas, media, dan lembaga sertifikasi profesi.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertema “Pelatihan dan Implementasi Sistem Ekraf Terintegrasi dalam Meningkatkan Daya Saing UMKM melalui Sinergi UMKM, Mentor, dan Lembaga Sertifikasi Profesi di Kabupaten Pati” yang berlangsung di Ruang Rapat Penjawi Setda Kabupaten Pati, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara KREASI PATI, Universitas Muria Kudus (UMK), UNRIYO Yogyakarta, serta didukung Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati bersama Sekretariat Daerah Kabupaten Pati.

Program tersebut difokuskan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui pelatihan, pendampingan, implementasi sistem ekonomi kreatif terintegrasi, hingga penguatan jejaring kolaboratif antara pelaku usaha, mentor profesional, akademisi, dan lembaga sertifikasi profesi.

Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Pati dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan ekonomi kreatif daerah berbasis digital dan kolaborasi lintas sektor.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas UMKM serta penguatan ekonomi kreatif Kabupaten Pati,” ujarnya.

Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kabupaten Pati, Acep Iqbal Syamsul Bilad mengatakan, pengembangan ekonomi kreatif modern membutuhkan keterhubungan data lintas sektor agar potensi sumber daya manusia kreatif dapat terkoneksi langsung dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, sistem ekonomi kreatif terintegrasi menjadi strategi penting untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan di Kabupaten Pati.

Sementara itu, Dosen Fakultas Teknik Program Studi Teknologi Informasi Universitas Muria Kudus, Arief Susanto menjelaskan bahwa platform ekonomi kreatif berbasis web tersebut dirancang untuk mempercepat kolaborasi digital antarpelaku ekonomi kreatif.

Platform tersebut mengintegrasikan layanan sertifikasi profesi, katalog produk UMKM, inovasi masyarakat, hingga pelatihan berbasis teknologi dalam satu sistem terpadu.

“Kemudahan akses sertifikasi akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk ekonomi kreatif daerah. Pelaku ekraf membutuhkan pendampingan terstruktur agar proses sertifikasi lebih murah, mudah, dan terhindar dari praktik yang merugikan,” jelas Arief Susanto.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam konsep kolaborasi Hexahelix, di antaranya Bapperida Kabupaten Pati, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Kominfo, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Wilayah Pati, SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Pati, pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, LSP Inten Semarang, hingga media.

KREASI PATI sendiri merupakan bagian dari jejaring nasional Indonesia Creative Cities Network (ICCN) yang menghubungkan lebih dari 265 kabupaten/kota di Indonesia dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas, budaya, inovasi, dan potensi lokal.

Halaman:

Terkini