daerah

“‘Wartawan Soak’ Menggema di Sidang Kasus Paoman, Pelecehan Terhadap Pers Picu Amarah Insan Jurnalis Indramayu”

Kamis, 21 Mei 2026 | 19:04 WIB

Gertak.id | INDRAMAYU – Sidang kasus pembunuhan Paoman yang seharusnya menjadi ruang mencari keadilan justru ternoda oleh dugaan tindakan arogan dan pelecehan terhadap profesi wartawan. Dalam suasana persidangan yang dipenuhi perhatian publik, sejumlah pengunjung yang disebut berasal dari rombongan keluarga almarhum H. Sahroni diduga melontarkan ucapan bernada hinaan dengan menyebut para jurnalis sebagai “Wartawan Soak”.

 

Ucapan tersebut sontak memicu kemarahan insan pers yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di lingkungan pengadilan. Bagi wartawan, penghinaan itu bukan sekadar lontaran emosi sesaat, melainkan bentuk pelecehan terhadap profesi yang bekerja untuk menyampaikan fakta kepada masyarakat.

 

Para jurnalis menilai, tindakan tersebut mencerminkan rendahnya penghormatan terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang. Wartawan hadir di ruang sidang bukan untuk memihak salah satu kubu, melainkan mengawal jalannya proses hukum agar tetap terbuka, transparan, dan diketahui publik secara utuh.

 

Sebutan “soak” yang diarahkan kepada wartawan dianggap sebagai bentuk intimidasi verbal yang mencederai iklim demokrasi. Di tengah upaya pers mengungkap fakta-fakta penting dalam kasus Paoman, hinaan seperti itu dinilai sebagai sikap anti kritik dan anti keterbukaan informasi.

 

Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas melindungi kerja jurnalistik dari segala bentuk penghalangan maupun intimidasi. Pasal 18 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum menghambat atau menghalangi pelaksanaan kerja pers dapat dikenai sanksi pidana.

 

Sorotan tajam juga mengarah kepada kuasa hukum pihak keluarga almarhum yang akrab disapa Heri Reang. Saat dimintai keterangan terkait insiden tersebut, ia mengaku tidak mengetahui adanya ucapan penghinaan karena saat kejadian dirinya berada di bagian atas gedung pengadilan.

 

Namun pernyataan itu langsung menuai pertanyaan dari sejumlah wartawan. Pasalnya, rekaman video yang beredar memperlihatkan sosok yang diduga Heri Reang berada di sekitar lokasi saat ucapan “Wartawan Soak” terdengar dari kerumunan pengunjung sidang.

 

Halaman:

Terkini