daerah

Anak Korban Operasi Militer Kemburu Meninggal Setelah 36 Hari Dirawat

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:43 WIB
Anak Korban Operasi Militer Kemburu Meninggal Setelah 36 Hari Dirawat

 

PUNCAK JAYA, Gertak.id - Seorang anak bernama Aliko Walia dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama 36 hari akibat luka tembak yang dialaminya dalam operasi militer di Distrik Kemburu, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Korban menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 19 Mei 2026 sekitar pukul 02.00 WIB di Rumah Sakit Mulia.

Aliko Walia yang masih berusia sekitar 7 tahun sebelumnya mengalami luka serius di bagian dada akibat terkena amunisi saat insiden terjadi pada 14 April 2026. Sejak saat itu, kedua orang tuanya terus berupaya memberikan perawatan terbaik dengan membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun setelah lebih dari satu bulan menjalani perawatan, nyawa Aliko tidak dapat diselamatkan. Kepergian bocah tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat setempat yang mengikuti perkembangan situasi kemanusiaan di wilayah Distrik Kemburu.

Dengan meninggalnya Aliko Walia, jumlah korban meninggal dunia yang dilaporkan akibat operasi militer di wilayah tersebut kini bertambah menjadi 13 orang. Sementara sejumlah korban lain masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Pihak keluarga berharap tidak ada lagi korban sipil, khususnya anak-anak, yang terdampak konflik berkepanjangan di Papua. Mereka juga meminta seluruh pihak mengedepankan pendekatan kemanusiaan demi keselamatan masyarakat sipil.

“Seorang anak seharusnya dapat hidup dengan aman, belajar, bermain, dan tumbuh bersama keluarganya, bukan menjadi korban kekerasan,” demikian pernyataan yang disampaikan keluarga korban.

Turut berduka cita disampaikan kepada keluarga Aliko Walia. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

Terkini