daerah

Tiga Pendaki Tewas Diterjang Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

Jumat, 8 Mei 2026 | 20:46 WIB
Tiga Pendaki Tewas Diterjang Erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara

 

TOBELO, Gertak.id — Erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Jumat (8/5/2026), menelan korban jiwa dari rombongan pendaki yang berada di kawasan puncak gunung. Letusan yang terjadi sekitar pukul 08.56 WIT memicu hujan batu dan material vulkanik yang menghantam para pendaki.

Sebanyak 20 pendaki yang terdiri dari warga negara asing (WNA) asal Singapura dan warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan berada di lokasi saat erupsi terjadi. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, sementara sejumlah korban lain mengalami luka ringan hingga luka berat.

Dua korban meninggal dari WNA Singapura masing-masing bernama Timothy Heng dan Shahin Abdul Hamid. Sementara satu korban meninggal lainnya diketahui bernama Engel, warga Indonesia yang turut berada dalam rombongan pendakian.

Selain korban jiwa, beberapa pendaki mengalami luka akibat terkena material letusan. Korban luka ringan dari rombongan WNA di antaranya Iris Loh, Geraldine Tan, Lim Shan De, dan Venessa Lee. Sedangkan Eugene Toh, Phoebe Low, serta Selene Ong dilaporkan mengalami luka berat.

Sementara itu, rombongan pendaki dan pemandu wisata asal Indonesia terdiri dari Hairudin Doro, Battiar Bahdar, Yusrin Latif, Ahmad Asmar, Sahrul Asim, Jailan Ayub, Reza Selang, Riska Miska Isbar, Fiki Nafila, dan Sudin Juanga.

Proses evakuasi korban dilakukan tim SAR gabungan yang melibatkan TNI, Polri, BNPB Tobelo, serta warga Desa Mamuya dengan kekuatan sekitar 60 personel.

Kapolres Halmahera Utara, Erlichson Pasaribu, mengatakan cuaca buruk dan hujan material vulkanik menjadi hambatan utama dalam proses pencarian dan evakuasi korban.

“Evakuasi sementara dihentikan karena material batu dan abu vulkanik masih terus berjatuhan di area gunung,” ujarnya.

Lokasi kejadian berada sekitar tujuh kilometer dari permukiman warga Desa Mamuya dengan waktu tempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam dari titik pemukiman.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk sementara tidak melakukan aktivitas pendakian di Gunung Dukono hingga kondisi dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

Terkini