Sementara itu, Rektor UNIB Indra Cahyadinata memilih nada optimistis namun realistis. Ia menilai tantangan ke depan bukan hanya soal peringkat, tetapi kemampuan beradaptasi di tengah perubahan global yang cepat.
“UNIB harus unggul, tapi juga adaptif. Dunia berubah cepat, dan kampus harus lebih cepat lagi merespons,” tegasnya.
Momentum Dies Natalis ke-44 ini menjadi lebih dari sekadar seremoni. Ia berubah menjadi panggung refleksi—sekaligus alarm keras bahwa era kompetisi global sudah di depan mata. Pertanyaannya kini bukan lagi mampu atau tidak, melainkan siap atau tidak.