daerah

Tragis! Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Diduga Dikeroyok Preman usai Tolak ‘Jatah’ Rp100 Ribu

Senin, 6 April 2026 | 22:05 WIB

Gertak.id | Kertamukti – Suasana bahagia pesta pernikahan berubah menjadi duka mendalam setelah seorang tuan rumah hajatan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan, Sabtu, 4 April 2026.


Korban diketahui bernama Dadang (58), yang saat itu tengah menggelar acara pernikahan anaknya. Insiden tragis ini pun viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @halokrw pada Senin, 6 April 2026.


“Tuan rumah hajatan di Purwakarta meninggal dunia dikeroyok preman kampung,” demikian keterangan dalam unggahan yang ramai diperbincangkan warganet.


Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan bermula saat sekelompok orang yang diduga preman kampung datang ke lokasi acara dan meminta sejumlah uang kepada pihak penyelenggara.


Permintaan tersebut diduga berkaitan dengan “jatah” yang kerap diminta dalam kegiatan tertentu. Namun, permintaan itu tidak dipenuhi sesuai keinginan para pelaku, sehingga memicu emosi dan berujung keributan.


Kapolsek Campaka, AKP Firman Budiarto, mengungkapkan bahwa salah satu pelaku sempat meminta uang kepada pemain organ dengan alasan untuk membeli minuman keras.


“Oleh penyelenggara organ ditawarkan uang Rp100.000, tetapi orang tersebut menolak dengan alasan kurang,” ujar Firman dalam keterangannya, Minggu, 5 April 2026.


Diduga dalam kondisi terpengaruh minuman keras, pelaku kemudian tersulut emosi hingga membuat kericuhan di tengah berlangsungnya pesta pernikahan tersebut.


Mendengar keributan, korban yang berada di dalam rumah langsung keluar untuk menegur. Namun, teguran tersebut justru memicu kemarahan para pelaku.


Korban kemudian dikejar hingga ke depan rumah dan diduga dipukul menggunakan sebilah bambu ke bagian belakang kepala.


“Korban dipukul menggunakan sebilah bambu hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri,” jelas Firman.


Situasi yang semula penuh kebahagiaan pun berubah mencekam. Sejumlah warga berusaha memberikan pertolongan, sementara keluarga korban histeris. Dalam video yang beredar, istri korban bahkan dilaporkan pingsan di lokasi kejadian.


Korban kemudian dilarikan ke RS Bhakti Husada untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.


“Sampai di rumah sakit pada Sabtu, 4 April 2026 sekitar pukul 15.20 WIB, korban dinyatakan meninggal dunia,” tambah Firman.

Halaman:

Terkini