Alih-alih mengambil langkah represif, polisi memilih membuka ruang dialog. Aparat memfasilitasi pertemuan antara perwakilan sopir dengan pihak terkait untuk meredakan ketegangan yang kian meruncing.
“Kami mengedepankan dialog. Semua pihak harus saling menghargai agar aktivitas bisa berjalan dengan aman dan tidak merugikan siapa pun,” tambah Kapolsek.
Pendekatan ini perlahan meredam situasi. Massa yang sebelumnya tersulut emosi mulai tenang dan bersedia menyampaikan tuntutan secara lebih terarah.
Sejumlah sopir mengaku aksi ini merupakan bentuk keresahan atas kondisi di lapangan yang dinilai tidak lagi kondusif. Mereka berharap ada penataan dan perlindungan agar tidak terjadi intimidasi antar sopir.
Setelah melalui proses dialog, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib. Tidak ada bentrokan yang terjadi, dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi kembali normal.
Polsek Sindang menegaskan akan menindaklanjuti dugaan ancaman serta mengawal penyelesaian konflik ini. Aparat juga memastikan akan meningkatkan pengawasan agar gesekan serupa tidak kembali meledak.