daerah

Digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi, Ono Surono Muncul Santai di Cirebon: Bungkam atau Tak Berani Bicara?

Sabtu, 4 April 2026 | 02:49 WIB

Gertak.id | Cirebon – Nama Ono Surono kini jadi sorotan panas publik setelah rumahnya digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun alih-alih memberi penjelasan, ia justru tampil santai di Cirebon—dan memilih diam seribu bahasa.

 

Di tengah tekanan yang kian menguat, Ono tetap menjalankan agenda politiknya seolah tak terjadi apa-apa. Dikelilingi kader berbaju merah, ia terlihat percaya diri. Tapi saat kamera menyorot dan pertanyaan dilontarkan, responsnya nihil—tanpa klarifikasi, tanpa bantahan.

 

Sikap bungkam ini langsung memantik reaksi keras publik. Banyak yang menilai, diamnya seorang tokoh di tengah pusaran kasus hukum bukanlah sikap netral, melainkan membuka ruang kecurigaan yang lebih luas.

 

Penggeledahan oleh KPK bukan langkah sembarangan. Publik memahami, setiap tindakan lembaga antirasuah itu biasanya didasari bukti awal yang kuat. Lalu pertanyaannya: sejauh apa keterkaitan Ono Surono?

 

Alih-alih menjawab, Ono memilih menghindar. Tidak ada pernyataan, tidak ada upaya menjernihkan situasi. Sikap ini justru dinilai memperkeruh keadaan dan memperbesar tekanan terhadap dirinya.

 

Sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, posisi Ono bukan figur biasa. Setiap gerak-geriknya kini dalam pengawasan publik. Dan ketika seorang pejabat publik memilih diam, kepercayaan publik ikut dipertaruhkan.

 

Hingga kini, belum ada penjelasan rinci dari internal partai terkait kasus ini. Pernyataan yang muncul masih normatif: menghormati proses hukum. Sementara publik menuntut lebih—transparansi, kejelasan, dan keberanian untuk bicara.

 

Halaman:

Terkini