daerah

Memalukan! Aksi Demo Berujung Perusakan, Alun-Alun Indramayu Jadi Korban Amuk Massa

Kamis, 2 April 2026 | 15:02 WIB

Gertak.id | Indramayu – Aksi unjuk rasa yang seharusnya menjadi ruang menyampaikan aspirasi justru berubah menjadi aksi destruktif. Sejumlah oknum pendemo diduga merusak fasilitas publik di kawasan Alun-Alun Indramayu, memicu kemarahan luas dari masyarakat.

Video yang beredar memperlihatkan kondisi area bermain anak yang rusak. Ironisnya, di tengah kejadian itu terdengar suara warga yang memohon dengan nada pilu agar fasilitas tersebut tidak dihancurkan.

“Jangan rusak tempat maen ade ommm… jangan dirusak… Indramayu tanah kelahiran ade om… kalian jahat… kalian bukan orang Indramayu…,” ucap suara dalam rekaman yang kini viral.

Bagi warga Indramayu, insiden ini bukan sekadar vandalisme—melainkan tamparan keras bagi wajah kota. Alun-alun yang selama ini menjadi ruang publik kebanggaan, tempat anak-anak bermain dan keluarga berkumpul, justru dirusak oleh mereka yang mengatasnamakan perjuangan.

Kemarahan publik pun tak terbendung. Banyak warga menilai aksi tersebut telah mencederai nilai-nilai ketertiban dan merusak fasilitas yang dibangun dari uang rakyat.

“Demo itu hak, tapi merusak itu kejahatan. Jangan berlindung di balik aspirasi untuk menghancurkan fasilitas umum,” tegas salah satu warga.

Desakan pun menguat agar aparat penegak hukum segera bertindak tegas, mengidentifikasi dan menindak para pelaku tanpa kompromi. Warga juga meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan perbaikan serta peningkatan pengawasan di area vital tersebut.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait siapa yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut. Namun publik menuntut kejelasan—bukan sekadar klarifikasi, tetapi tindakan nyata.

Peristiwa ini menjadi garis tegas: kebebasan berpendapat tidak pernah memberi ruang bagi tindakan anarkis. Ketika aksi berubah menjadi perusakan, maka yang tersisa bukan lagi aspirasi—melainkan kehancuran yang harus dipertanggungjawabkan.

Terkini