daerah

Viral Insiden Pengeroyokan Kades Hoho, Diduga Bermula saat Anggota LSM Unjuk Rasa di Balai Desa Purwasaba

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:39 WIB

(Gertak.id) - Belum lama ini, viral di media sosial terkait insiden pengeroyokan yang dialami Welas Yuni Nugroho alias Hoho Alkaf yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Purwasaba di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Sebelumnya diketahui, peristiwa itu terjadi saat aksi unjuk rasa oleh ratusan anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Balai Desa Purwasaba, pada Selasa, 11 Maret 2026.

Dalam video yang beredar, dilaporkan insiden itu dipicu oleh desakan massa yang menuntut pembatalan hasil penjaringan perangkat desa.

Kini, Hoho Alkaf mengakui dirinya sebagai korban pengeroyokan hingga mengalami kerusakan atribut kedinasan dan cidera fisik.

Lantas, bagaimana kronologi kasus pengeroyokan itu berdasarkan penuturan Kades Hoho? Berikut ulasan selengkapnya.

Dihujani Pukulan dari Berbagai Arah

Terlihat, Kades Purwasaba itu menceritakan duduk perkara peristiwa itu melalui akun Instagram pribadinya, @hoho_alkaff pada Sabtu, 14 Maret 2026.

Mulanya, Hoho mengaku diserang saat hendak meninggalkan lokasi tak lama setelah audiensi dengan massa berlangsung memanas.

Kepala Desa itu lantas mengaku sempat dihujani pukulan dari berbagai arah, sebelum sempat mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan.

Waktu saya baru keluar dari pintu aula, sebelum dikawal, langsung pukulan menghujani dari belakang, samping, dan depan," kata Hoho.

Dalam insiden itu, kacamata Hoho pecah, pakaian dinasnya robek, serta atribut namanya terlepas.

Kacamata saya sampai remuk karena dipukul dari depan," sambungnya.

Logo atribut saya juga pada rogol. Papan nama jatuh karena ketarik-tarik," ungkap Hoho.

Tuding Anggota LSM yang Tak Lolos Seleksi

Halaman:

Terkini