daerah

Satu Tahun Lucky Hakim Pimpin Indramayu: Gerak Cepat Program REANG dari Religius hingga Infrastruktur

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:04 WIB

Di sisi lain, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) diperkuat guna memberikan perlindungan bagi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem maupun serangan hama.

Perbaikan Infrastruktur Mulai Terasa
Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan yang rusak mulai dijawab melalui program “Jalan Mulus dan Aman.”
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tahun 2025, sejumlah pekerjaan telah direalisasikan, di antaranya:

Pemeliharaan rutin: 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer

Rekonstruksi jalan: 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer

Rehabilitasi jalan desa: 349 titik sepanjang 75 kilometer

Beberapa proyek strategis juga telah rampung, seperti pembangunan jalan beton sepanjang 2,6 kilometer di ruas Situraja–Kiarapayung serta perbaikan ruas jalan Pondoh yang selama ini menjadi akses penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

Transformasi Digital Lewat Wong Reang

Dalam upaya meningkatkan keterbukaan informasi dan pelayanan publik, pemerintah daerah meluncurkan Super Apps Wong Reang serta kanal pengaduan masyarakat Wong Reang Wadul.

Langkah ini terbukti efektif. Data Dinas Komunikasi dan Informatika mencatat, dalam 100 hari pertama pemerintahan, dari 929 aduan yang masuk, sebanyak 871 aduan atau sekitar 93 persen berhasil diselesaikan oleh perangkat daerah terkait.

Transformasi birokrasi juga dilakukan melalui percepatan pelayanan perizinan, termasuk penandatanganan sekitar 1.000 izin usaha serta pengisian jabatan direksi di sejumlah BUMD seperti PT BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu melalui proses seleksi terbuka.

Program Sosial dan Lingkungan

Sentuhan humanis kepemimpinan Lucky Hakim juga terlihat melalui program “REANG EMAN NING SEMA” yang berarti Sayangi Ibu. Program ini melibatkan aparatur sipil negara sebagai pendamping bagi para lansia agar tidak ada warga lanjut usia yang terabaikan.

Sementara di sektor lingkungan dan pemukiman, pemerintah daerah juga melakukan sejumlah pembangunan, antara lain:

SPAM (sumur bor) di 16 desa untuk memperluas akses air bersih

SPALD atau MCK layak sebanyak 184 unit di 9 desa
Normalisasi sungai melalui pengerukan di 13 muara untuk mengurangi potensi banjir sekaligus membantu aktivitas nelayan

Halaman:

Terkini