daerah

Viral Telur Rebus MBG di Magetan Masih Ada Kotoran Ayam, Publik Soroti Standar Kebersihan SPPG Lembeyan

Rabu, 25 Februari 2026 | 10:05 WIB

Gertak.id | Magetan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan telur rebus yang dibagikan kepada siswa di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih terdapat kotoran ayam yang menempel di cangkangnya.

Video tersebut diunggah akun Facebook Tri Winarsih pada Selasa, 24 Februari 2026. Dalam unggahannya, ia menyampaikan keluhan yang ditujukan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan Kulon sebagai pihak yang bertanggung jawab atas distribusi MBG di wilayah tersebut.

Kondisi telur yang dinilai kurang bersih itu diketahui saat perekaman menu MBG di hari kedua sekolah selama Ramadan. Dalam video, Tri menyoroti adanya bercak hitam yang ternyata merupakan kotoran ayam yang ikut direbus bersama telur.

“MBG hari kedua, ini yang membuat aku salfok guys, kok ada hitam-hitam. Kenapa kok kotoran ayamnya masih direbus? Kenapa kok ikut direbus?” ucapnya dalam video.
Ia juga menemukan salah satu telur dalam kondisi retak. Awalnya ia mengira telur tersebut masih mentah, namun setelah dibuka ternyata sudah matang. Ia mempertanyakan kelayakan telur tersebut untuk dikonsumsi siswa.

“Apakah layak? Kalau telur masih ada kotorannya terus direbus dan dibagikan untuk dimakan?” lanjutnya.
Tri menegaskan bahwa keluhannya bukan bentuk tidak bersyukur atas program gratis tersebut. Menurutnya, kritik disampaikan agar ada perbaikan dalam pelaksanaan program.

“Maaf ya, sekali lagi maaf bukan nggak bersyukur dikasih gratis kok komplain, bukan begitu konsepnya. Hari-hari sudah dikomplain tapi tidak menjadi baik,” tegasnya.

Dalam kolom komentar unggahan ulang di Instagram @magetanviral, Tri mengaku masih menyimpan telur tersebut sebagai barang bukti. Ia menyebut ada saksi yang mengetahui kondisi telur tersebut, termasuk anggota keluarganya yang turut berada di lokasi saat perekaman.

Video tersebut telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah komentar mempertanyakan standar kebersihan dan pengawasan dapur SPPG sebelum makanan dibagikan kepada siswa.

Respons juga datang dari Bupati Nanik Sumantri yang menyampaikan melalui akun resminya bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan dan akan segera menindaklanjuti persoalan tersebut.

Sementara itu, dalam unggahan Facebook-nya, Tri secara khusus menyampaikan pesan kepada SPPG Lembeyan agar lebih profesional dan teliti dalam bekerja. Ia menyoroti potensi kontaminasi bakteri jika telur yang masih berlumur kotoran direbus bersama telur lainnya dalam jumlah besar.

Menurutnya, ukuran kotoran yang menempel tergolong besar sehingga seharusnya dapat terlihat saat proses pencucian maupun sebelum perebusan. Ia meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kontrol kualitas dan pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang.

Program MBG yang telah berjalan sekitar satu tahun diharapkan mampu memberikan asupan bergizi yang layak dan higienis bagi siswa. Kasus ini pun menjadi pengingat pentingnya standar kebersihan yang ketat dalam setiap tahapan pengolahan makanan, terutama untuk konsumsi anak-anak sekolah.

Terkini