daerah

14 Bencana Terjadi dalam Semalam, Longsor Tutup Jalur Provinsi dan 65 Rumah Terendam di Majalengka

Kamis, 12 Februari 2026 | 17:41 WIB

Gertak.id | Majalengka – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Majalengka pada Rabu malam, 11 Februari 2026, memicu serangkaian bencana alam di sejumlah titik. Sedikitnya 14 kejadian bencana dilaporkan terjadi dalam satu malam, meliputi tanah longsor dan banjir yang tersebar di enam kecamatan.

Salah satu kejadian yang sempat menyita perhatian terjadi di jalur Cikebo, yang merupakan ruas jalan provinsi penghubung Majalengka-Cikijing. Material longsor menutup separuh badan jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh.

Berdasarkan unggahan akun Instagram @besokseninco pada Kamis, 12 Februari 2026, para pengendara dilaporkan sempat terjebak selama kurang lebih dua jam akibat tertutupnya akses jalan di wilayah tersebut.

“Awalnya jalanan tertutup. Dua jalur sama sekali tidak bisa dilalui. Namun pihak terkait segera bertindak dan sekarang jalan sudah dilalui dengan sistem buka tutup jalur,” tulis akun tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Majalengka, Agus Tamim, dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa 14 kejadian bencana tersebut tersebar di 14 desa yang berada di enam kecamatan, yakni Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.

“Hujan merata di seluruh wilayah Majalengka, dan daerah selatan yang memang rentan longsor menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak,” ujar Agus, Kamis (12/2/2026).

BPBD memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.
“Dari 14 titik bencana tersebut, alhamdulillah hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” tegasnya.

Selain longsor yang mengganggu akses transportasi, banjir juga dilaporkan merendam puluhan rumah warga. Di Kecamatan Panyingkiran, tepatnya di Desa Bonang dan Leuwiseeng, sedikitnya 65 rumah warga serta satu rumah ibadah terdampak genangan air.

“Kondisi saat ini mulai berangsur surut, namun pendataan dampak masih terus dilakukan,” tambah Agus.

BPBD Majalengka mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari BPBD serta segera melapor apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.

Hingga rilis ini diterbitkan, proses penanganan dan pendataan dampak bencana masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Terkini