daerah

Dorong Deteksi Dini Kanker, Halodoc Hadirkan Layanan Homecare hingga Vaksinasi HPV

Kamis, 5 Februari 2026 | 16:14 WIB

Gertak.id |  – Dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh setiap 4 Februari, Halodoc menegaskan komitmennya sebagai ekosistem layanan kesehatan digital yang tepercaya, lengkap, dan terintegrasi dalam mendukung upaya pencegahan serta pengelolaan kanker sejak dini.

Tidak hanya melayani kebutuhan kesehatan sehari-hari, Halodoc juga berfokus pada pencegahan dan penanganan penyakit kronis, termasuk kanker yang hingga kini masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Kanker merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel abnormal yang dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Pada tahap awal, kanker kerap tidak menunjukkan gejala spesifik. Namun, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, kelelahan berkepanjangan, munculnya benjolan tidak biasa, perdarahan abnormal, serta perubahan pola buang air besar.

Faktor risiko kanker pun beragam, mulai dari gaya hidup tidak sehat, paparan zat berbahaya, infeksi tertentu, hingga faktor genetik. Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan RI mencatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker setiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Bahkan, jumlah kasus kanker di Tanah Air diprediksi meningkat lebih dari 70 persen pada 2050 jika upaya pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat.

Menanggapi kondisi tersebut, dr. Irwan Heriyanto, MARS, Board of Medical Excellence Halodoc, menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat serta melakukan langkah preventif untuk mencegah dan mendeteksi kanker sejak dini.

“Deteksi dini memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan kanker. Pemeriksaan awal dapat dilakukan sedini mungkin melalui medical check-up (MCU), serta skrining kesehatan lanjutan bila diperlukan,” ujar dr. Irwan.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut dapat dilakukan oleh siapa saja dan di segala usia, terutama bagi individu dengan faktor risiko tertentu, termasuk riwayat genetik. Dengan deteksi yang lebih awal, penanganan lanjutan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat.

Sejalan dengan upaya tersebut, Halodoc menghadirkan layanan Homecare untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini kanker yang dapat dilakukan langsung dari rumah. Layanan ini mencakup pemeriksaan laboratorium atau medical check-up, vaksinasi HPV yang terbukti efektif mencegah kanker serviks baik pada pria maupun wanita, serta vaksinasi Hepatitis B untuk menurunkan risiko kanker hati.

Selain deteksi dini, penerapan gaya hidup sehat juga menjadi kunci penting dalam menurunkan risiko kanker. Salah satunya melalui pengelolaan berat badan yang ideal.

“Menjaga berat badan ideal berperan dalam menurunkan risiko kanker, terutama kanker yang sensitif terhadap hormon. Lemak tubuh berlebih dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, sehingga pola hidup sehat jangka panjang menjadi bagian penting dari pencegahan,” jelas dr. Irwan.

Untuk mendukung hal tersebut, Halodoc menghadirkan Halofit, klinik digital manajemen berat badan yang membantu masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan melalui pendampingan profesional selama 30 hari, pengaturan pola makan seimbang, hingga injeksi terapi medis sesuai kebutuhan.

Sebagai ekosistem kesehatan digital, Halodoc juga mempermudah akses konsultasi dan pengobatan kanker. Melalui fitur Chat Dokter, pengguna dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis onkologi untuk mendapatkan informasi, edukasi, dan pendampingan medis secara lebih mudah.

Dari sisi pengobatan, Halodoc menyediakan berbagai jenis obat terapi kanker melalui Toko Kesehatan. Saat ini, obat untuk kanker payudara, kanker endometrium, serta obat kemoterapi untuk jenis kanker tertentu menjadi beberapa obat kanker yang paling banyak diakses pengguna dengan resep dokter.

Bagi pasien yang telah terdiagnosis kanker, pemantauan kesehatan secara berkala menjadi bagian penting dari perjalanan pengobatan. Pemeriksaan laboratorium seperti tes darah diperlukan untuk memantau kondisi tubuh serta keamanan terapi yang dijalani, dan layanan tersebut juga dapat dilakukan dari rumah melalui Homecare sesuai rekomendasi dokter.

Halaman:

Terkini