daerah

Terungkap, Siswa SMKN 1 Ciomas Lompat ke Sungai Cisadane dari Jembatan Loji

Minggu, 1 Februari 2026 | 15:41 WIB

Gertak.id | Bogor – Tim SAR gabungan hingga kini masih melakukan pencarian terhadap seorang siswa SMKN 1 Ciomas, Kabupaten Bogor, yang dilaporkan melompat ke Sungai Cisadane.

Siswa berinisial MY tersebut diketahui melompat ke aliran Sungai Cisadane dari Jembatan Loji pada Kamis petang, 29 Januari 2026. Hingga Minggu (1/2/2026), korban belum ditemukan.

Menanggapi peristiwa tersebut, pihak SMKN 1 Ciomas menyampaikan keterangan resmi, termasuk membeberkan kronologi kejadian serta merespons adanya dugaan bullying yang sempat mencuat.

Kepala Sekolah Dihubungi Polisi Jelang Tengah Malam
Dalam keterangan resmi, pihak sekolah mengungkapkan bahwa Kepala SMKN 1 Ciomas menerima telepon dari Polsek Bogor Barat pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, MY yang diketahui merupakan penghuni panti asuhan dilaporkan belum kembali ke asrama. Menindaklanjuti informasi tersebut, pihak sekolah langsung menghimpun keterangan dari orang-orang terdekat korban selama kurang lebih 30 menit hingga pukul 23.20 WIB.

Karena keberadaan MY belum diketahui, pihak sekolah bersama pengelola panti asuhan kemudian melaporkan MY sebagai orang hilang pada Jumat dini hari, 30 Januari 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.

Minta Berhenti di Jembatan, Lalu Lompat ke Sungai

Kronologi MY melompat ke Sungai Cisadane terungkap berdasarkan keterangan saksi kunci, yakni teman korban berinisial F.

“Korban (MY) bersama saksi F baru saja selesai berkumpul di kediaman rekan mereka bernama R,” ujar pihak sekolah dalam keterangan resminya, Minggu (1/2/2026).

Dalam perjalanan pulang menuju panti asuhan menggunakan sepeda motor, korban tiba-tiba meminta saksi menghentikan kendaraan saat melintasi Jembatan Sungai Cisadane.

“Tanpa banyak bicara, korban langsung melompat ke sungai,” imbuhnya.

Sekolah Bantah Dugaan Bullying

Pihak SMKN 1 Ciomas juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan dugaan bullying di lingkungan sekolah.

“Berdasarkan catatan akademik dan perilaku, MY dikenal sebagai siswa yang baik dan tidak pernah tercatat mengalami perundungan, baik secara verbal maupun fisik,” tegas pihak sekolah.

Halaman:

Terkini