daerah

Sirine Banjir Bunyi, Warga Bekasi Berlarian hingga Berkumpul di Jembatan

Kamis, 29 Januari 2026 | 09:51 WIB

Gertak.id | Bekasi – Viral di media sosial sejumlah warga di Kota Bekasi tampak berlarian hingga ke jalan raya setelah alarm atau sirine peringatan banjir berbunyi. Peristiwa tersebut memicu beragam reaksi warganet yang menyoroti respons masyarakat saat sirine aktif.

Salah satu sirine terdengar di kawasan Kali Lengkak, Kecamatan Bekasi Timur, pada Rabu malam, 28 Januari 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Sirine tersebut merupakan bagian dari sistem peringatan dini yang diaktifkan lantaran tinggi muka air dilaporkan telah melampaui ambang batas aman.

Warga Berkumpul di Jembatan

Dalam video yang diunggah akun Instagram @infojawabarat pada Rabu (28/1/2026), terlihat sejumlah warga justru mendatangi jembatan Kali Lengkak untuk memantau kondisi debit air. Beberapa pengendara sepeda motor bahkan tampak berhenti di bahu jalan demi melihat langsung aliran air di bawah jembatan.

Aksi tersebut menuai perhatian warganet. Tak sedikit yang mengingatkan bahwa jembatan bukan lokasi aman untuk dijadikan titik kumpul, terlebih saat kondisi debit air meningkat.

“Jembatan tidak didesain untuk titik kumpul, hati-hati semuanya,” tulis akun @lis******4.

Warganet lain juga mengingatkan potensi banjir kiriman dari wilayah hulu meski Bekasi tidak diguyur hujan.

“Banjir nggak mesti karena hujan, bisa juga karena aliran air dari dataran tinggi seperti Bogor, Depok, Bandung. Jaga diri baik-baik,” tulis akun @its*******y.

Komentar dukungan dan doa keselamatan pun turut bermunculan.

“Stay safe semua, tidak kurang satu apa pun,” tulis akun @dev**********4.

Sirine Jadi Alarm Kewaspadaan

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, membenarkan adanya kenaikan debit air meski wilayah Kota Bekasi tidak sedang diguyur hujan. Ia menyebut, sirine yang berbunyi merupakan bagian dari langkah antisipasi dini.

“Alarm peringatan di beberapa titik sudah berbunyi sebagai sistem antisipasi dini. Di Bendungan Kali Bekasi kami memastikan pengendalian debit air masih terkontrol,” ujar Tri Adhianto, dikutip dari unggahan Instagram pribadinya, Kamis (29/1/2026).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak panik dan menjadikan sirine sebagai tanda untuk bersiap, bukan justru mendekati area berisiko.

Halaman:

Terkini