Gertak.id | Krangkeng — Camat Krangkeng, Indra Mulyana, menggelar silaturahmi bersama para petani se-Kecamatan Krangkeng, di Desa Kapringan, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah kecamatan dan petani untuk membahas berbagai persoalan pertanian yang dihadapi di lapangan.
Hadir dalam kegiatan tersebut para petani dari berbagai desa, pengurus kelompok tani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), serta unsur pemerintah kecamatan. Tanpa suasana kaku, pertemuan berlangsung santai, diwarnai diskusi dan saling berbagi pengalaman.
Dalam sambutannya, Camat Indra Mulyana menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran vital bagi keberlangsungan hidup masyarakat Krangkeng. Ia menyampaikan komitmen pemerintah kecamatan untuk terus mendampingi dan memperjuangkan kepentingan petani.
“Pertanian bukan sekadar pekerjaan, tetapi menjadi sumber penghidupan utama masyarakat kita. Karena itu, pemerintah kecamatan tidak boleh jauh dari petani. Kami ingin hadir, mendengar langsung apa yang dirasakan di lapangan, mulai dari persoalan irigasi, pupuk, hingga harga hasil panen,” ujar Indra Mulyana.
Ia menambahkan bahwa silaturahmi ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dua arah yang jujur dan terbuka antara pemerintah dan petani.
“Kalau ada masalah, sampaikan. Jangan dipendam. Kami di kecamatan siap menjadi jembatan untuk menyampaikan aspirasi bapak-ibu kepada dinas terkait di kabupaten. Tidak semua bisa diselesaikan sekaligus, tapi dengan komunikasi yang baik, insyaallah ada jalan keluarnya,” lanjutnya.
Menurut Indra Mulyana, kekuatan pertanian juga terletak pada kebersamaan petani dalam kelompok tani. Ia mengajak para petani untuk tetap menjaga kekompakan dan aktif dalam setiap program yang ada.
“Kebersamaan adalah modal utama. Jika kelompok tani solid, maka bantuan, pendampingan, dan program pemerintah akan lebih mudah masuk dan tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu petani asal Desa Krangkeng, Sutrisno, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah kecamatan. Ia berharap pertemuan seperti ini tidak hanya berhenti pada seremonial.
“Kami merasa diperhatikan karena Pak Camat mau turun langsung dan mendengar kami. Harapannya, persoalan air dan pupuk bisa segera ada solusi, karena itu sangat berpengaruh pada hasil panen,” kata Sutrisno.
Hal serupa disampaikan Rohani, petani perempuan dari desa lain. Ia menilai silaturahmi tersebut memberi semangat baru bagi para petani.
“Dengan adanya dialog langsung, kami jadi lebih berani menyampaikan keluhan. Kami berharap pendampingan dari pemerintah bisa terus berlanjut,” ujarnya.