daerah

Ground Breaking Pembangunan Sekolah Rakyat di Soreang, Kabupaten Bandung

Senin, 12 Januari 2026 | 16:15 WIB

Gertak.id | Kabupaten Bandung — Pemerintah resmi memulai pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Proyek ini merupakan inisiatif pemerintah untuk menyediakan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, lengkap dengan fasilitas asrama serta kurikulum nasional.

Ground breaking pembangunan Sekolah Rakyat tersebut dilaksanakan pada Senin, 12 Januari 2026, berlokasi di Cipetir RW 14, Desa Soreang, Kecamatan Soreang. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Soreang, Kepala Desa Soreang, serta unsur terkait lainnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Sekolah Rakyat, Purwanto Joko A, mengungkapkan bahwa pada tahap awal pelaksanaan terdapat deviasi atau keterlambatan sebesar 0,14 persen dari target rencana awal sebesar 3,27 persen. Keterlambatan tersebut, kata dia, disebabkan oleh kendala teknis di lapangan serta faktor cuaca.

Tantangan Medan dan Cuaca

Menurut Purwanto, tim pelaksana harus melakukan pengupasan lapisan tanah sawah yang membutuhkan waktu cukup lama. Kondisi tersebut diperparah oleh tingginya intensitas hujan yang menghambat mobilitas alat berat dan proses konstruksi.

“Kami harus mengupas lapisan tanah sawah, dan itu memang memakan waktu. Apalagi dengan kondisi hujan yang cukup tinggi, menjadi kendala tersendiri. Namun kami akan terus menggenjot pekerjaan untuk mengganti waktu yang hilang,” ujar Purwanto usai pelaksanaan ground breaking SR Jawa Barat di Soreang.

Isu Lahan Sengketa dan Keluhan Warga

Menanggapi isu adanya lahan sengketa di lokasi proyek, Purwanto membenarkan bahwa terdapat satu petak lahan yang masih berstatus sengketa. Namun demikian, pihaknya memastikan tidak melakukan pembangunan di area tersebut.

“Lahan itu kami gunakan hanya sebagai area parkir dan tidak kami bangun, sebagai bentuk penghormatan terhadap pemilik lahan,” tegasnya.

Sementara itu, terkait keluhan masyarakat di media sosial mengenai ceceran tanah proyek yang mengotori jalan raya, pihak pengelola menyampaikan permohonan maaf.

Purwanto menjelaskan bahwa penyiraman jalan sebenarnya rutin dilakukan di area gerbang proyek, namun sisa tanah terkadang masih terbawa kendaraan proyek.

“Ke depan kami akan melakukan pembersihan dan penyiraman jalan secara lebih intensif agar tidak mengganggu pengguna jalan,” katanya.

Target Operasional

Halaman:

Terkini