daerah

Tradisi Musim Durian: Warga Desa Landau Badai Olah Durian Menjadi Lempok dan Tempoyak Secara Gotong Royong

Kamis, 8 Januari 2026 | 06:32 WIB

Dengan mengolah durian menjadi produk olahan, masyarakat Desa Landau Badai mampu meningkatkan nilai tambah hasil kebun mereka. Cara ini juga menjadi solusi saat durian melimpah di pasaran, sehingga harga tidak jatuh terlalu rendah.

Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, tradisi ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong, kebersamaan, dan kekeluargaan di tengah masyarakat desa. Dapur rumah berubah menjadi ruang berkumpul, tempat bekerja bersama, berbagi cerita, dan mempererat hubungan antaranggota keluarga.

Tradisi pengolahan durian menjadi lempok dan tempoyak ini menjadi bukti bahwa kekayaan budaya lokal di Kabupaten Kapuas Hulu masih hidup dan terus dijaga. Di tengah perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, masyarakat Desa Landau Badai tetap setia mempertahankan warisan leluhur mereka.Bagi warga setempat, musim durian bukan hanya tentang panen dan keuntungan, tetapi juga tentang melestarikan budaya, menjaga kebersamaan, dan memperkuat identitas lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat pedesaan di Kalimantan Barat.Rabu, 7 Januari 2026


Tradisi Musim Durian: Warga Desa Landau Badai Olah Durian Menjadi Lempok dan Tempoyak Secara Gotong Royong

Halaman:

Terkini