daerah

Viral!! Gegara Dana Belum Cair, SPPG Klaten Tutup Sementara

Rabu, 10 Desember 2025 | 16:06 WIB

Klaten, Gertak.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Jambu Kulon, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, menjadi sorotan warganet setelah kabar penutupan sementara layanan tersebut viral di media sosial. Penutupan ini dilakukan karena dana bantuan pemerintah yang menjadi sumber operasional belum kunjung cair.

Informasi tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Facebook KABAR KLATEN NEWS pada Rabu (10/12) siang. Dalam unggahan itu disertakan tangkapan layar pengumuman dari akun resmi SPPG Jambu Kulon, lengkap dengan keterangan:
"Hadech kenapa berhenti program bagus untuk menggerakkan ekonomi rakyat meski harus banyak yg diawasi dan evaluasi."

Unggahan ini langsung memantik respons dari masyarakat yang menilai program pemenuhan gizi pelajar itu sangat bermanfaat dan seharusnya mendapat dukungan penuh agar tetap berjalan.

Kantor Sepi, Tak Ada Aktivitas Memasak

Saat Kabarter.id mendatangi kantor SPPG Jambu Kulon, suasana tampak sepi. Pintu kantor tertutup rapat dan tidak terlihat aktivitas memasak maupun distribusi makanan seperti biasanya. Beberapa perempuan yang keluar dari area kantor yang dipagari tembok tinggi itu membenarkan bahwa SPPG sedang tidak beroperasi.

Di halaman dalam, terlihat dua mobil terparkir, sementara beberapa sepatu dan perlengkapan lain dijemur di area depan, menambah kesan bahwa kegiatan benar-benar terhenti.

Asisten Lapangan: Berhenti Operasi Karena Dana Belum Cair

Asisten lapangan SPPG Jambu Kulon, Iftiha, membenarkan kabar bahwa layanan dihentikan per Rabu (10/12). Ia menyebutkan bahwa pihaknya sudah menerbitkan surat pemberitahuan kepada sekolah dan relawan.

“Untuk kabar itu memang kita semalam menerbitkan surat pemberitahuan dari SPPG Jambu Kulon bahwa per hari ini kami sudah berhenti beroperasi sementara. Masalahnya karena pencairan dana,” jelas Iftiha kepada wartawan.

Ia menambahkan bahwa penutupan ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak SPPG mulai beroperasi pada November 2025.

Relawan Diliburkan, 2.935 Siswa Terdampak

Iftiha mengatakan belum ada kepastian kapan SPPG dapat kembali beroperasi. Untuk sementara, seluruh relawan juga diliburkan.

“Hari ini para relawan juga diliburkan. Pemberitahuan sudah lewat grup. Rencana besok kami mengunjungi sekolah-sekolah. Ini baru pertama kali, karena kita juga baru beroperasi November,” terangnya.

Sejak mulai aktif, SPPG Jambu Kulon diketahui telah melayani 2.935 siswa. Dengan adanya penghentian sementara, sebanyak 47 relawan kini harus berhenti bekerja.

“Sampai kapan belum jelas. Harapannya ya segera selesai dan bisa beroperasi lagi,” tambahnya.

Satgas Pengawas SPPG: Benar Berhenti Sementara

Sekretaris Satgas Pengawas SPPG Kabupaten Klaten, Much Nasir, turut mengonfirmasi penutupan sementara tersebut. Ia memastikan bahwa penghentian operasional memang dilakukan mulai hari ini.

“Iya betul berhenti beroperasi sementara per hari ini. Ini hasil konfirmasi dari koordinator SPPG kabupaten,” jelas Nasir kepada wartawan.

Halaman:

Terkini