daerah

Akses Darat Belum Pulih, TNI Akui Krisis BBM Hambat Operasi Hingga Mobilisasi Alat Berat

Kamis, 4 Desember 2025 | 15:45 WIB
Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Alam Provinsi Aceh, Kolonel Inf Fransisco (kiri) ungkap kendala distribusi bantuan di Aceh. (Dok BNPB)

TNI Kerahkan Pesawat, 9 Ton Bantuan Dikirim Melalui Udara

Dengan terbatasnya jalur darat, Satgas kini memusatkan operasi pada distribusi logistik melalui jalur udara. TNI mengerahkan pesawat angkut, helikopter, serta sejumlah armada rotary wing untuk membawa bantuan berupa sembako, pakaian, obat-obatan, dan perlengkapan darurat lainnya.

“Sampai hari ini, bantuan yang sudah kita distribusikan lewat udara lebih kurang ada 9 ton bahan sembako,” ungkap Fransisco.

Misi distribusi udara dilakukan hampir tanpa jeda, mulai dari pagi hingga sore hari, untuk memastikan masyarakat yang terisolir mendapatkan kebutuhan mendesak.

Prajurit Tetap Bertugas Meski Menjadi Korban

Dalam laporannya, Fransisco juga menyoroti dedikasi para prajurit, khususnya di Aceh Tamiang, yang tetap membantu masyarakat meskipun mereka sendiri turut menjadi korban bencana.

“Khusus untuk Aceh Tamiang, pasukan-pasukan kita, meskipun mereka terdampak, mereka juga ikut membantu mengatasi permasalahan yang ada di daerah tersebut,” ucapnya.

Banyak personel TNI yang rumahnya terendam banjir atau harta bendanya rusak, namun tetap memilih bertugas mendistribusikan logistik, mengangkat korban, hingga mengatur evakuasi di dataran tinggi.

Pemulihan Akses Menjadi Prioritas Utama

Saat ini, pemerintah pusat, Pemda Aceh, BNPB, dan TNI-POLRI terus berkoordinasi untuk mempercepat pembukaan akses darat. Pembentukan jalur darurat, pemasangan jembatan bailey, dan pengerahan alat berat tambahan menjadi tiga prioritas utama dalam beberapa hari mendatang.

Pemulihan penuh diperkirakan membutuhkan waktu, mengingat kerusakan yang cukup masif dan kondisi geografis Aceh yang berbukit serta rentan longsor.

Satgas memastikan penanganan darurat tetap berjalan paralel, mencakup:

  • distribusi bantuan pangan,

  • pelayanan medis,

  • penanganan pengungsi,

  • perbaikan infrastruktur kritis,

  • serta upaya penyelamatan di titik yang masih berisiko.

Hingga kini, operasi gabungan masih berlangsung intensif, dengan harapan akses darat dapat segera pulih agar upaya pemulihan berjalan lebih cepat dan menyeluruh.

Halaman:

Terkini