daerah

Hidup di Rumah Rapuh, Salah satu Warga Cikamunding Menanti Bantuan RTLH

Senin, 24 November 2025 | 19:38 WIB
Kondisi Rumah Salah satu Warga Cikamunding yang sudah Rapuh./Foto.Ist

Lebak, Gertak.id - Sebuah rumah Panggung di Kampung Sukalasana, Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak, berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Di RT 001 RW 001 itu, satu keluarga bertahan di tengah bangunan rumah panggung rapuh yang setiap hari mengancam keselamatan mereka.

Bangunan sederhana berbahan bilik bambu itu kini keropos dimakan usia. Dindingnya mudah goyah, lantainya mulai rapuh, dan bagian atap berlubang di banyak titik. Saat angin kencang menerpa, seluruh rumah bergetar, membuat penghuninya hanya bisa berdoa agar bangunan itu tidak runtuh. Kondisinya bukan sekadar tidak layak huni, tetapi berbahaya.

Karena itu, warga meminta Pemerintah Desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi segera turun tangan. Mereka berharap ada verifikasi lapangan dan bantuan perbaikan melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau program sosial lain yang dapat menyelamatkan keluarga tersebut dari situasi rawan ini.

Harapan juga disampaikan agar proses pendataan benar-benar tepat sasaran. Warga menilai bahwa bantuan harus menyentuh keluarga miskin yang keadaan rumahnya paling mengkhawatirkan, seperti yang dialami di Cikamunding.

Pemilik rumah, Marna, mengungkapkan betapa beratnya hidup di rumah bilik bambu yang sudah mulai rapuh ditelan usia.

Keinginannya untuk memiliki rumah yang layak sudah lama terpendam, namun kondisi ekonomi tidak memungkinkan adanya perbaikan besar.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk pembangunan rumah. Kondisi rumah saat ini sudah tidak memadai, namun kami belum mampu memperbaikinya sendiri,” ungkap Marna, Senin, (24/11)25)

Kini, keluarga tersebut hanya bisa menunggu. Menunggu perhatian. Menunggu uluran tangan. Menunggu langkah nyata dari pemerintah agar mereka dapat segera tinggal di rumah yang lebih kokoh, aman, dan tidak lagi mengancam keselamatan setiap kali cuaca buruk melanda.

Terkini