daerah

Teaterikal Pertempuran 3 Oktober, Warga Pekalongan Kobarkan Semangat Kepahlawanan

Senin, 6 Oktober 2025 | 14:29 WIB

 

Gertak.Id | Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Peristiwa Pertempuran 3 Oktober 1945, Pemerintah Kota Pekalongan menggelar upacara dan pementasan teaterikal perjuangan di kawasan Monumen Djoeang 45, Jumat malam (3/10/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh semangat kebangsaan itu sukses menghidupkan kembali kisah heroik para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan Jepang.

Pementasan teaterikal tersebut menampilkan adegan perlawanan masyarakat Pekalongan dari berbagai kalangan — mulai dari tokoh agama, masyarakat, hingga pemuda — yang bersatu mengusir penjajah. Aksi dramatis yang ditampilkan para pemain mampu menggugah emosi dan membangkitkan rasa bangga di hati ribuan penonton yang memadati area monumen sejak sore hari.

Wali Kota Pekalongan, HA. Afzan Arslan Djunaid (Aaf), menyampaikan bahwa peringatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan serta momentum untuk menanamkan nilai persatuan dan keberanian di tengah masyarakat. “Peristiwa 3 Oktober adalah sejarah besar bagi Pekalongan. Saat itu, masyarakat dari berbagai lapisan bersatu mengusir penjajah. Semangat inilah yang membentuk karakter warga Pekalongan hingga sekarang,” ujarnya.

Menurut Wali Kota Aaf, semangat kebersamaan yang diwariskan para pejuang masih hidup hingga kini. Tiga etnis besar di Kota Pekalongan — Tionghoa, Arab, dan Pribumi — tetap hidup rukun dan saling mendukung dalam berbagai aspek kehidupan. “Keharmonisan ini merupakan warisan perjuangan yang harus terus kita jaga,” tambahnya.

Sementara itu, Dandim 0710/Pekalongan Letkol Arm. Ihalauw Garry Herlambang menegaskan bahwa peringatan peristiwa bersejarah tersebut menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menumbuhkan rasa cinta tanah air. “Para pejuang telah mengorbankan segalanya demi kemerdekaan. Kini tugas kita melanjutkan perjuangan itu dengan berkarya dan berkontribusi positif bagi bangsa,” tegasnya. Peringatan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk para pahlawan di depan Monumen Djoeang 45. (mflh)

Terkini