daerah

GPM Hadir di Pabrik MPS, Subsidi Sembako dari Pemkot Pekalongan Disambut Antusias

Rabu, 1 Oktober 2025 | 02:23 WIB

Gertak.Id | Kota Pekalongan – Pemerintah Kota Pekalongan terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus membantu meringankan beban masyarakat. Melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) bersama Bank Indonesia serta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), digelar kembali Gerakan Pangan Murah (GPM) pada Kamis (25/9/2025). Kegiatan kali ini dipusatkan di Pabrik PT MPS Urip Sugiharto (PT Sampoerna) dengan sasaran ratusan karyawan.

Kepala Dinperpa Kota Pekalongan, Lili Sulistyawati, menyampaikan bahwa GPM merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan sekaligus keterjangkauan harga sembako, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

> “Alhamdulillah, Pemkot Pekalongan bersama Bank Indonesia dan TPID dapat menghadirkan GPM di Pabrik MPS. Tujuannya bukan hanya menjaga stok dan harga pangan, tetapi juga memberi akses langsung bagi para pekerja untuk membeli sembako dengan harga lebih terjangkau,” ujarnya.

Dalam bazar murah tersebut, disediakan sejumlah bahan pokok dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras SPHP seharga Rp55.000/pack (500 pack), telur ayam Rp25.500/pack (500 pack), gula pasir Rp15.000/kg (500 kg), serta minyak goreng Rp14.500/liter (500 liter). Penurunan harga ini dapat terwujud berkat subsidi distribusi dan biaya angkut yang difasilitasi Bank Indonesia Tegal bersama Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah.

Lili menambahkan, hadirnya program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi para karyawan.

> “Dengan subsidi ini, harga lebih ringan dibanding pasar. Harapannya bisa membantu kebutuhan belanja harian mereka,” tuturnya.

Pihak manajemen PT MPS Urip Sugiharto juga menyambut positif langkah tersebut. Kepala HRD MPS, Tety, menilai GPM mendapat respon antusias dari karyawan karena selisih harga cukup signifikan.

> “Kami berterima kasih kepada Pemkot Pekalongan atas bazar murah sembako ini. Karyawan merasa terbantu dan berharap kegiatan semacam ini bisa rutin diselenggarakan,” katanya.

Antusiasme karyawan dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa GPM tidak hanya meringankan beban pekerja, tetapi juga memperkuat daya beli masyarakat. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen Pemkot Pekalongan dalam menjaga stabilitas pangan di tengah dinamika harga yang fluktuatif. (mflh)

Terkini