daerah

Wawalkot Balgis Tekankan Pentingnya Pembinaan Keluarga di Musda III BP4 Pekalongan

Selasa, 30 September 2025 | 15:08 WIB

Gertak.Id | Kota Pekalongan – Wakil Wali Kota Pekalongan, Hj. Balgis Diab, membuka secara resmi Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Badan Penasihatan, Pembinaan, dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Pekalongan yang digelar di Aula Bapperida, Senin (29/9/2025). Agenda ini mengusung tema “Perkuat Komitmen Membangun Kebersamaan, Mewujudkan Keluarga Bahagia.”

Dalam sambutannya, Balgis menegaskan bahwa Musda kali ini harus menjadi wadah untuk memperkuat peran BP4 dalam menjawab tantangan yang dihadapi keluarga. Menurutnya, pembinaan keluarga tidak bisa hanya berhenti pada tahap pra nikah, melainkan juga menyentuh persoalan sosial, ekonomi, hingga kesehatan.

“Masalah perkawinan itu tidak sederhana. Persiapan mental, kondisi ekonomi, hingga isu stunting sangat berpengaruh pada keharmonisan rumah tangga. Karena itu, BP4 harus mampu hadir memberi bimbingan yang komprehensif agar terbentuk keluarga sakinah, mawaddah, warahmah,” ujarnya.

Lebih jauh, Balgis mengapresiasi kiprah BP4 yang selama ini telah mendampingi pasangan, baik sebelum maupun setelah menikah. Ia bahkan menyatakan kesiapannya bila dipercaya untuk memimpin BP4 Kota Pekalongan.

“Saya tidak pernah meminta jabatan ini, tetapi bila memang ada amanah dari para anggota, saya siap menerimanya. Sebab, peran BP4 sejalan dengan berbagai program pemerintah, termasuk program KB, penanganan stunting, dan penguatan ketahanan keluarga,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, menyoroti tren penurunan angka pernikahan sekaligus meningkatnya perceraian di Indonesia. Ia menyebut, sejak 2018 hingga 2024 jumlah pernikahan menurun sekitar 25 persen, sedangkan angka perceraian melonjak hingga 40 persen.

“Pada 2018 tercatat lebih dari 2 juta pernikahan, tapi pada 2024 jumlahnya hanya sekitar 1,5 juta. Sementara itu, perceraian naik signifikan, dari 225 ribu kasus pada 2021 menjadi lebih dari 500 ribu kasus pada 2024. Ini jelas memprihatinkan dan perlu penanganan serius,” ungkap Kasiman.

Ia menilai keberadaan BP4 sangat krusial dalam memberikan edukasi dan konseling pernikahan, baik melalui program Suscatin (kursus calon pengantin) maupun pendampingan pasca pernikahan. Kasiman juga optimis sosok Hj. Balgis Diab mampu memperkuat sinergi antara BP4 dengan pemerintah daerah.

“Dengan kepemimpinan beliau, saya yakin BP4 bisa semakin solid dalam mengintegrasikan program-program pemerintah terkait pembinaan keluarga,” katanya.

Melalui Musda ini, lanjut Kasiman, diharapkan lahir kepengurusan BP4 Kota Pekalongan yang lebih kuat dan konsisten menjalankan misi pembinaan keluarga. Sinergi antara BP4, pemerintah daerah, Kemenag, dan masyarakat dinilai sebagai kunci dalam mencetak generasi muda yang matang menghadapi kehidupan rumah tangga serta mewujudkan keluarga harmonis dan berkualitas. (mflh)

Terkini