daerah

Dinkes-Puskesmas Gelar Skrining Kusta, Tekankan Deteksi dan Pengobatan Sejak Dini

Minggu, 24 Agustus 2025 | 14:05 WIB

Gertak.Id, Pekalongan | Kota Pekalongan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan bersama seluruh Puskesmas menggelar skrining kusta secara serentak di 27 kelurahan pada 1–21 Agustus 2025. Kegiatan ini melibatkan 14 Puskesmas, petugas Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P), kader kesehatan masyarakat, serta tim dari Dinas Kesehatan setempat.

Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Pekalongan, Dita Rasnasuri, menyampaikan bahwa setiap Puskesmas menargetkan pemeriksaan terhadap 350 hingga 700 warga. Dari hasil skrining sementara, sebanyak 35 orang terdeteksi mengidap kusta dan langsung diarahkan ke Puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan lanjutan dan penanganan medis.

“Banyak masyarakat yang menganggap kusta sama dengan penyakit kulit biasa seperti eksim. Padahal, setelah diperiksa menggunakan metode Rapid Village Survey (RVS), ternyata ada yang positif kusta, bahkan ada yang sudah mengalami kecacatan karena terlambat diperiksa,” jelas Dita.

Ia menambahkan, sebagian besar penderita berasal dari lingkungan dengan sanitasi buruk dan kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Faktor penularan dalam satu rumah tangga juga cukup dominan, terutama bila ada anggota keluarga penderita yang tidak menjalani pengobatan.

Menurut Dita, kusta dapat menular melalui kontak fisik maupun droplet dari pasien yang tidak diobati. Oleh karena itu, pemeriksaan bagi seluruh anggota keluarga penderita menjadi langkah penting, termasuk pemberian obat bagi kontak erat untuk mencegah penularan.

Meski begitu, masyarakat diimbau tidak khawatir karena pengobatan kusta tersedia gratis di Puskesmas. Durasi terapi biasanya lebih dari satu tahun dan harus dijalani hingga tuntas agar pasien benar-benar sembuh.

“Efek samping obat bisa membuat kulit sedikit menghitam, tapi itu hal yang wajar. Yang penting pasien mau minum obat rutin sampai selesai, karena jika tidak tuntas, risiko penularan tetap ada,” terangnya.

Kasus kusta di Kota Pekalongan ditemukan tidak hanya pada lansia, tetapi juga pada kelompok usia produktif. Kondisi ini dinilai mengkhawatirkan karena dapat berdampak pada aktivitas sosial maupun ekonomi penderita.

Tahun sebelumnya, Dinkes Kota Pekalongan mencatat 41 kasus kusta yang berhasil ditangani hingga sembuh. Melalui skrining massal tahun ini, diharapkan angka deteksi semakin meningkat sehingga pasien dapat segera mendapat perawatan.

“Dengan adanya skrining ini, masyarakat bisa lebih peduli dan tidak ragu datang ke Puskesmas jika mengalami gejala mencurigakan. Dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar pengobatan bisa berjalan tuntas. Semakin cepat ditemukan, semakin cepat pula ditangani,” pungkas Dita

Terkini