Kerinci – Kehadiran Bupati Kerinci bersama jajaran Forkopimda di lokasi konflik terkait PLTA Kerinci pada Kamis malam (21/8/2025) menjadi sorotan masyarakat. Turut hadir pula Kapolres Kerinci, Dandim, serta Kepala Satuan Polisi Pamong Praja yang bertahan hingga larut malam di lokasi kejadian.
Meski sebagian warga sudah membubarkan diri, masyarakat masih menaruh harapan besar agar pimpinan daerah dapat menengahi persoalan kompensasi yang dianggap belum sesuai. Konflik ini mencuat di wilayah Desa Pulau Pandan dan Desa Karang Pandan yang terdampak pembangunan PLTA.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan aspirasi bahwa kehadiran pemerintah daerah sangat penting untuk membuka jalan penyelesaian.
“Kami masyarakat berharap kepada Bupati bersama Kapolres dan Dandim untuk dapat membantu menengahi konflik ini dengan data yang terbuka sehingga masyarakat bisa menerima kompensasi yang selayaknya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/8/2025) pukul 21.00 WIB.
Hadirnya Bupati bersama unsur Forkopimda dianggap sebagai langkah strategis untuk meredam ketegangan sekaligus mencari solusi yang adil bagi masyarakat. Warga berharap agar semua pihak dapat duduk bersama, menghadirkan transparansi, dan memastikan kompensasi diberikan sesuai dampak yang dirasakan warga.
Situasi di lapangan sempat memanas, namun dengan kehadiran aparat keamanan dan pemerintah daerah, suasana berangsur kondusif. Warga masih menantikan tindak lanjut dari pemerintah dan pihak terkait guna menyelesaikan konflik PLTA Kerinci secara damai dan bermartabat.(IWAN)