daerah

Konflik PLTA Kerinci Memanas, Emak-Emak Masuk Area Pintu Air, Aparat Tembakkan Gas Air Mata

Kamis, 21 Agustus 2025 | 08:36 WIB
Suasana tegang kembali terjadi di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Kamis (21/8/2025)

Kerinci, Gertak.id – Suasana tegang kembali terjadi di area proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro (KMH), Kamis (21/8/2025). Ratusan warga Desa Pulau Pandan dan Karang Pandan, yang mayoritas perempuan, mendatangi area pintu air di tepian Danau Kerinci untuk menyuarakan tuntutan kompensasi.


Aksi massa memuncak ketika mereka melihat adanya pergerakan alat berat jenis ekskavator di lokasi. Sejumlah warga kemudian menerobos masuk ke area pintu air sambil berteriak. Lemparan batu ke arah aparat yang berjaga tidak terhindarkan, hingga akhirnya petugas mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa.


Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut. Konfirmasi yang dilayangkan kepada Humas PT KMH, Aslori, melalui pesan singkat WhatsApp belum mendapat jawaban, meski sebelumnya ia sempat menyampaikan sedang berada di luar lokasi.


Untuk diketahui, proyek PLTA Kerinci yang dikelola Kalla Group memiliki kapasitas 350 Mega Watt (MW) dan kini sudah memasuki tahap akhir pembangunan. Beberapa waktu lalu, pembangkit ini telah melalui uji coba dan sempat menyuplai listrik untuk wilayah Kerinci dan Sungai Penuh saat pasokan dari Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) terganggu.


Warga menegaskan bahwa aksi tersebut dilakukan karena tuntutan kompensasi yang mereka nilai belum dipenuhi sesuai kesepakatan. (Iwan)

Terkini