daerah

22 Ribu Pasien, Hanya 1 Dokter Umum : Beban Puskesmas Muncang Dinilai Tidak Wajar

Selasa, 19 Agustus 2025 | 09:33 WIB

Lebak, Gertak.id – Data pelayanan kesehatan di Puskesmas Muncang, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan publik. Berdasarkan data resmi di laman JAGA.id KPK, sepanjang tahun 2024 tercatat sebanyak 22.298 pasien ditangani puskesmas tersebut. Namun, jumlah tenaga dokter yang tersedia hanya 1 dokter umum dan 1 dokter gigi, dibantu 11 perawat serta 21 bidan.

Situasi ini menimbulkan dugaan ketidakwajaran, mengingat beban pasien dinilai jauh melampaui kapasitas ideal seorang dokter.

Menurut standar Kementerian Kesehatan, rasio ideal tenaga dokter adalah 1 dokter per 1.000 penduduk. Dengan jumlah pasien lebih dari 22 ribu per tahun, idealnya Puskesmas Muncang memiliki minimal 2–3 dokter umum agar pelayanan kesehatan tetap optimal.

“Kalau beban satu dokter menangani lebih dari 22 ribu pasien, itu jelas di atas batas wajar. Dampaknya bisa ke kualitas layanan, waktu konsultasi pasien, hingga potensi keterlambatan diagnosa,” ungkap salah satu pemerhati kebijakan publik di Lebak, Selasa (19/8/2025).

Aktivis kesehatan di Kecamatan Muncang menilai kondisi ini sebagai bentuk ketimpangan pelayanan.

“Kami meminta Dinas Kesehatan Lebak segera melakukan evaluasi. Masyarakat tidak boleh dianaktirikan hanya karena faktor wilayah. Dengan jumlah pasien sebesar itu, penambahan dokter sudah sangat mendesak,” tegas salah satu aktivis lokal.

Sementara itu, perwakilan LSM menyoroti aspek penggunaan anggaran Dana Kapitasi dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).

“Setiap tahun ada alokasi dana yang seharusnya memperkuat layanan. Publik perlu tahu sejauh mana anggaran itu dipakai untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan,” katanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Puskesmas Muncang, Halwani, membenarkan data tersebut dan mengatakan pihaknya saat ini hanya memiliki satu dokter umum.

“Untuk update saat ini, Puskesmas Muncang memiliki 1 dokter umum, 1 dokter gigi, 11 perawat, dan 21 bidan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa tambahan tenaga dokter sangat dibutuhkan.

“Data ini kan nantinya buat analisa dan masukan juga buat semuanya Bahwa PKM sebenarnya butuh sekali dokter dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat. Dasarnya kan pelayanan berkualitas, artinya pelayanan yg didukung oleh tenaga yang kompeten yaitu Dokter."Jelasnya

Dengan tingginya jumlah kunjungan pasien, masyarakat berharap adanya solusi nyata dari pemerintah daerah. Selain permintaan penambahan tenaga dokter, warga juga mendorong transparansi anggaran kesehatan agar manfaat Dana Kapitasi dan BOK benar-benar dirasakan.

“Ini soal hak dasar. Kami ingin pelayanan kesehatan yang layak, bukan sekadar formalitas,” ungkap salah satu warga Kecamatan Muncang.

Terkini