daerah

UTM Gelar Diskusi Kemandirian Madura Provinsi, Bupati Sampang Serukan Berdiri di Kaki Sendiri

Sabtu, 24 Mei 2025 | 14:27 WIB

BANGKALAN, Gertak.id — Semangat memperjuangkan kemandirian dan kemajuan Madura kembali bergema dalam kegiatan Diskusi Berkelanjutan Provinsi Madura dan Hal-hal yang Berkaitan dengan Madura yang digelar pada Sabtu, 24 Mei 2025 di Ruang Rapat Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kabupaten Bangkalan.

 

Kegiatan tersebut menghadirkan para pemimpin strategis dari berbagai daerah di Madura. Hadir Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Bupati Bangkalan, Bupati Pamekasan, perwakilan Bakorwil IV Madura, serta unsur legislatif dan tokoh-tokoh penting dari berbagai sektor. Kehadiran mereka menjadi simbol kuat bahwa Madura bersatu dalam visi membentuk provinsi sendiri.

 

Diskusi dimulai pukul 09.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan suasana penuh semangat. Forum ini bukan hanya menjadi ajang berbagi pandangan, tetapi juga momentum menyatukan energi dan harapan seluruh elemen masyarakat untuk memperjuangkan masa depan Madura yang lebih mandiri.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi atau yang akrab disapa Aba Idi, menegaskan bahwa perjuangan membentuk Provinsi Madura adalah bagian dari panggilan sejarah. Ia menyampaikan bahwa cita-cita besar ini akan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat, sekaligus membuka jalan luas bagi generasi muda.

 

“Kita tidak bisa selamanya bergantung pada pusat. Madura punya potensi, punya kekuatan. Kini saatnya berdiri di kaki sendiri, demi masa depan yang kita bangun bersama,” ujar Aba Idi di hadapan peserta yang hadir.

 

Turut hadir Rektor UTM dan jajaran, Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, tokoh agama (kyai) dan alim ulama dari berbagai daerah, Ketua Koordinator Pusat Bassra dan pengurusnya. Keterlibatan akademisi dan ulama menunjukkan bahwa perjuangan ini telah melampaui batas politik, menjadi gerakan kolektif untuk perubahan.

 

Forum ini juga diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Pamekasan, Ketua Komisi III DPRD Sumenep, para Kabag Prokopim dari Sampang, Bangkalan, dan Pamekasan, serta para staf yang turut mendampingi. Kesiapan teknis dan dukungan administratif pun turut mempermudah terselenggaranya kegiatan dengan lancar.

 

Anggota Satpol PP dari Sampang dan Pamekasan bersama staf Diskominfo juga hadir untuk mendukung kelancaran acara. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh nyata bahwa gerakan membentuk Provinsi Madura didukung secara menyeluruh, dari lapisan atas hingga akar rumput.

 

Bagi generasi muda, diskusi ini menjadi sumber inspirasi besar. Mereka diingatkan bahwa perubahan tidak datang sendiri, tetapi harus diperjuangkan bersama. Kemandirian Madura adalah warisan yang layak diperjuangkan, bukan hanya untuk saat ini, melainkan demi masa depan yang lebih cerah.

 

Melalui semangat bersama yang ditunjukkan dalam forum ini, harapan akan terbentuknya Provinsi Madura semakin nyata. Bukan sekadar wacana, melainkan gerakan yang tumbuh dari keyakinan dan cinta terhadap tanah kelahiran. Sebuah momentum penting yang membangkitkan kembali semangat Madura untuk bangkit dan berdikari.( Moch )

Terkini