Jakarta - AFC merilis pernyataan soal permintaan Federasi Bahrain (BFA) terkait potensi ancaman dari pendukung Timnas Indonesia. AFC berjanji akan mengusut laporan itu.
BFA belum lama ini merilis pernyataan soal perbuatan buruk para penggemar Timnas Indonesia di media sosial. Mereka mendapat serangan siber terus-menerus setelah Bahrain memaksa hasil imbang 2-2 pada matchday ketiga Ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bahrain yang nyaris kalah 1-2, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada menit ke-90+9. Seharusnya laga berakhir pada menit ke-90+6, sesuai dengan waktu tambahan enam menit yang diberikan ofisial keempat.
Pilihan Redaksi
- Baca juga : Sebuah Bus Terguling di Jalan Raya Linggoasri Kajen, Polisi Amankan dan Evakuasi Korban
- Pejabat sementara Kab Pekalongan Melantik Pengurus PWRI Masa bhakti 2024-2029
Ada dugaan bahwa Bahrain diuntungkan oleh wasit sehingga fans Timnas Indonesia melancarkan serangan siber. BFA mengklaim bahwa serangan yang mereka dapat termasuk ancaman pembunuhan.
Oleh karena itu, BFA pun sampai meminta AFC untuk memindahkan laga kontra Timnas Indonesia ke venue netral. Mereka keberatan bertandang ke markas Timnas Indonesia karena faktor keamanan.
"AFC menyadari isu yang menjadi perhatian BFA terkait keamanan timnas mereka sebelum laga Grup C babak kualifikasi (Piala Dunia) zona Asia melawan Timnas Indonesia pada 25 Maret 2025," tulis AFC.
"AFC mengambil isu ini secara serius untuk memastikan keamanan para pemain, ofisial, dan fans, sekaligus mengutuk segala bentuk serangan online dan ancaman. AFC akan membicarakan hal ini dengan FIFA, BFA, dan PSSI."
Dilansir dari: detik.com