Kajen-Gertak.id-Simpangsiur berita terkait dugaan Pungutan terhadap penerima bantuan ketahanan pangan berupa beras kepada penerima manfaat/ masyarakat dan adanya dugaan pungutan yang dilakukan oleh oknum RT/RW didesa Winduaji Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan akhirnya pihak Kepala Desa Winduaji menemui Tim GERTAK dan sejumlah wartawan pada Jumat (18/10).
Kepala Desa Winduaji,Muamal didampingi Ketua Paguyuban Kades Se Kecamatan Paninggaran menyampaikan keterangan bahwa terkait adanya dugaan pungutan sejumlah uang kepada penerima bantuan pangan berupa beras yang nominalnya berkisar Rp.5.000,/KPM dirinya membantah kalau hal itu bukan atas perintah kepala desa.
" Saya sudah mengumpulkan RT/RW dan sudah saya kembalikan uang tersebut yang jumlahnya semua Rp.2.085.000,- untuk 417 KPM " terangnya.
Selanjutnya informasi terkait adanya kelebihan beras pada saat dibagikan kepada warga yang sisanya sekitar 30 karung/kantong untuk dibawa ke rumah kepala desa dirinya mengakui dikarenakan untuk diamankan.
" benar sisa pembagian beras kepada penerima bantuan beras saya suruh dibawa ke rumah, karena kalau ditaruh dibalai desa karena khawatir hilang, sebab di balai desa banyak orang yang bermain pingpong" terang Kades didampingi Ketua Paguyuban se Kecamatan Paninggaran.
Sementara itu Aktivis GERTAK, Ali Rosidin menanggapi keterangan Kepala Desa dirinya meminta ada bukti pengembalian uang kepada warga dan apabila tidak dapat membuktikan maka Tim GERTAK akan terus melakukan penelusuran/investigasi kepada warga yang merasa dirugikan oleh kepala desa Winduaji.
Tim kami akan terus memantau dan melakukan pengintaian adanya penyimpangan dan pelanggaran terhadap pelanggaran penggunaan dana desa. Dan diminta kepada warga masyarakat untuk tidak segan-segan ikut aktif mengawasi pelaksanaan dana desa. Apabila ditemukan agar dapat menunjukkan bukti-bukti dan fakta yang akurat bukan asal dugaan-duga yang pada akhirnya menimbulkan keresahan di masyarakat" tegas Ali yang juga selaku Ketua Insan Pers Jawa Tengah (IPJT) Pekalongan Raya.(Tim)